oleh

Pemerintah Luncurkan Protokol Kesehatan Anak Berkebutuhan Khusus

IndonesiaBangsaku.com – Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) luncurkan protokol kesehatan untuk anak berkebutuhan khusus. Protokol ini guna melindungi anak berkebutuhan khusus dalam masa pandemi virus korona (covid-19).

“Terutama dalam ruang lingkup ruang interaksi, yaitu di rumah, panti, rumah sakit, dalam upaya menjaga agar mereka tetap aman,” kata Deputi Bidang Perlindungan Anak, Nahar dalam keterangannya, Selasa, 2 Juni 2020.

Nahar menyebut, penyusunan ini juga untuk mencegah risiko penularan virus korona. Serta meminimalisir anak disabilitas mendapat berbagai kekerasan, perlakuan salah, hingga eksploitasi dalam masa darurat ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Selain itu pihaknya juga menjamin layanan kebutuhan khusus bagi anak penyandang disabilitas. Pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menjalankan protokol tersebut.

Di samping itu, KemenPPPA juga terus memastikan agar hak dan kebutuhan khusus anak penyandang disabilitas terpenuhi. Terutama hak atas layanan kesehatan dan perlindungan.

“Sebagian besar dari mereka sangat bergantung terhadap orang tua maupun pendampingnya untuk membantu memenuhi kebutuhan khususnya. Termasuk mobilitas, gerak atau komunikasi. Mengingat ragamnya disabilitas dan karakter berbeda yang melekat, setiap anak memerlukan cara penanganan dan pencegahan yang berbeda pula,” jelas Nahar.

Selain keragaman disabilitas, pendampingan terhadap anak berkebutuhan khusus tidak terlepas dari level atau tingkat disabilitas yang dialaminya. Oleh karena itu, proses pendampingan, dukungan, serta pengasuhan terhadap mereka akan mempengaruhi proses untuk meminimalisir dampak dari covid-19.

Penyusunan protokol tersebut, melibatkan berbagai organisasi dan orang tua yang memiliki anak penyandang disabilitas. Proses penyusunan dimulai dari tahap analisis terhadap data kondisi anak penyandang disabilitas dalam masa pandemi covid-19.

“Terutama yang telah berstatus anak dalam pemantauan, pasien anak dalam pengawasan dan anak telah terkonfirmasi positif covid-19,” ujarnya.

Pihaknya juga melakukan diskusi dengan berbagai pihak yang bekerja untuk anak penyandang disabilitas. Seperti Yayasan SAPDA mengenai isu penting terkait kebutuhan khusus anak penyandang disabilitas dalam masa pandemi untuk melengkapi protokol atau panduannya.

“Protokol ini juga telah mendapatkan persetujuan dari Gugus Tugas Covid-19 dan selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan menerbitkan pedoman pelaksanaan oleh kementerian atau lembaga sebagai rujukan teknis berdasarkan kewenangan masing-masing agar dapat terlaksana dengan optimal,” tutup Nahar.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *