oleh

Maping Ulang Pengamanan Pilkada & Pilkades, Kedepankan SOP Kesehatan Jangan Sampai Petugas Terancam

IndonesiaBangsaku.com – Polresta Sidoarjo mulai memetakan potensi kerawanan dan rencana pengamanan pelaksanaan Pilkada (Pemihan Kepala Daerah) yang bakal digelar 9 Desember 2020.

Selain itu, pihak kepolisian juga sibuk maping ulang pengamanan Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) serentak yang direncanakan digelar sebelum Pilkada.

“Tentu harus ada perencanaan ulang setelah adanya penundaan. Utamanya menyesuaikan kondisi terkini, serta mengedepankan protokol kesehatan dan SOP Covid-19 jika Pilkada dan Pilkades digelar saat masih pandemi,” kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji, Jumat (5/6).

Dalam pengamanan Pilkada dan Pilkades nanti, personel kemanan akan dilengkapi dengan APD (Alat Pengaman Diri). Setidaknya masker dan sarung tangan jika berjaga di wilayah zona hijau.

“Menyesuaikan kondisi wilayah. Di kampung yang masuk zona merah, apalagi yang banyak pasien positifnya, tentu pengamanan diri anggota harus lebih maksimal,” urainya.

Direncanakan, dalam pelaksanaan pemungutan suara nanti, warga dari zona merah tidak diperbolehkan menggunakan hak suaranya di TPS yang masuk zona hijau. Demikian sebaliknya, untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Intinya, dalam pengamanan Pilkada, personel kemanan juga tetap harus mengutamakan keselamatan dan keamanan diri. Jangan sampai, petugas keamanan malah keamanan dirinya terancam.

Itu jika Pilkada dan Pilkades digelar ketika masih pandemi. Namun jika nanti saat pelaksanaan pesta demokrasi tersebut kondisi sudah aman alias tidak dalam masa pandemi, tentu pola dan sistem pengamanannya berbeda.

“Kami juga masih menunggu. Bagaimana tahapan-tahapan Pilkada dan Pilkades nanti. Untuk Pilkades, tentu ada Peraturan Bupati yang menjadi landasan pelaksanaan kembali setelah beberapa waktu lalu tertunda,” urai Sumardji.

Terkait potensi kerawanan, sejauh ini kerawanan Pilkades yang sudah terlihat di beberapa wilayah. Gesekan antarcalon dan antarpendukung sudah terlihat sejak beberapa waktu lalu.

Sementara Pemilihan Bupati Sidoarjo, sejauh ini masih adem ayem. Selain karena belum ada calon pasti yang akan bertarung, suasana pandemi membuat masyarakat masih jarang memikirkan atau membicarakan Pilkada. Semua pihak seolah hanya sibuk terkait penyebaran corona.

Kendati demikian, Kapolres mengaku pihaknya terus mengantisipasi. Termasuk dengan menggandeng para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan sejumlah elemen di Kota Delta. 

“Sidoarjo ini kan kulturnya Islami banget, sehingga sowan-sowan ke kyai, menjalin komunikasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat, terus kami lakukan,” ungkap perwira polisi asal Nganjuk tersebut.

Di sisi lain, pemetaan potensi-potensi kerawanan juga terus dilakukan. Dari sana akan diputuskan bagaimana langkah dan strategi pengamannya. Di setiap tahapan Pilkada, sampai ketika pemungutan suara dan pelantikan kepala daerah maupun kepala desa terpilih.

Polresta Sidoarjo memiliki sekitar 1.433 personel polisi. Dalam pengamanan Pilkada dan Pilkades, tentu tidak bisa sendiri. Tetap bersama TNI dan sejumlah instansi lain.

“Jika diperlukan, kami juga akan meminta bantuan tambahan personel dari Polda Jatim dan polres-polres lain di Jawa Timur,” terangnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *