oleh

HMI Apresiasi Sikap Pemerintah Dengarkan Rakyat Tentang RUU HIP

IndonesiaBangsaku.com – Ketua Bidang Pengurus Tinggi Kemahasiswaan dan Pemuda Himpunan Mahasiswa Islam (PTKP HMI) Cabang Pusat Utara (Pustara), Gunawan Al Bima mengapresiasi sikap pemerintahan Presiden Joko Widodo yang mendengarkan suara rakyat, dalam kaitannya polemik RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

“Sangat repat jika langkah dan konklusi yang ditempuh pemerintah dalam merespon polemik tersebut dengan menekankan adanya penyerapan aspirasi masyarakat,” kata Gunawan dalam siaran persnya, Sabtu (20/6/2020).

Baginya, dalam pembuatan aturan perundang-undangan, hal yang tidak boleh diabaikan oleh pembuat undang-undang yakni DPR adalah partisipasi publik. Dengan menyerap lebih banyak suara rakyat maka dapat diterbitkan sebuah regulasi yang tepat dan berpihak kepada rakyat dan diterima mayoritas masyarakat.

“Langkah tepat agar suatu Undang-undang dapat diterima dan dipatuhi jika menyerap sebanyak-banyaknya aspirasi masyarakat,” tuturnya.

Namun jika sebuah rancangan perundang-undangan tersebut justru malah menimbulkan kontra yang lebih luas dan masif, jalan terbaik adalah menunda atau tidak perlu memaksakan diri untuk melanjutkannya.

Kemudian, terkait dengan keputusan Presiden Joko Widodo yang menahan diri dengan meminta agar RUU HIP ditunda pembahasannya juga dinilai sangat tepat, agar polemik yang saat ini tengah bergejolak di kalangan masyarakat tidak semakin meluas.

“Dan ditundanya pembahasan RUU HIP adalah solusi terbaik dalam meredam polemik yang kian menegangkan di tengah-tengah situasi nasional yang tidak stabil akibat pandemi ini,” ujarnya.

Gunawan pun berharap agar DPR selaku legislator juga mendengarkan saran dari pemerintah pusat tersebut agar menunda terlebih dahulu RUU HIP dengan menjaring lebih banyak partisipasi publik, sehingga konflik tidak luas.

“Kemudian saya berharap dan menekankan DPR tidak menganggap sepele soal aspirasi masyarakat dan dapat dengan hati-hati mengusulkan setiap RUU di negara ini,” tegasnya. [NOE]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *