oleh

Ini Tol Pekanbaru-Dumai yang Baru Diresmikan Jokowi

IndonesiaBangsaku.com – Peresmian Tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131 kilometer dilakukan oleh Presiden Joko Widodo melalui teleconference di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (25/9/2020).

Peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti yang dilakukan oleh Jokowi didampingi Wali Kota Dumai Zulkifli AS dan Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Budi Harto.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim. Saya resmikan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai hari ini,” tegas Jokowi.

Jokowi mengatakan, Tol Pekanbaru-Dumai dapat dioperasikan secara penuh dan dimanfaatkan untuk kegiatan produktif, baik masyarakat Riau maupun masyarakat yang melintasi Pulau Sumatera.

Tol Pekanbaru-Dumai merupakan bagian dari Jalan Tol Trans-Sumatera ( JTTS) sepanjang 2.878 kilometer yang membentang dari Lampung hingga Aceh sebagai koridor utama.

Pemerintah menugaskan PT Hutama Karya (Persero) melalui Peraturan Presiden (Perpres) nomor 100 Tahun 2014 yang kemudian diamandemen dengan Perpres Nomor 117 Tahun 2015 untuk membangun JTTS.

Terdapat 24 ruas yang akan dibangun dengan target penyelesaian dan operasional pada Tahun 2024 mendatang.

Persingkat waktu

Jokowi melanjutkan, kehadiran Tol Pekanbaru-Dumai akan meningkatkan konektivitas antara Ibu Kota Provinsi Riau dan Kota Dumai sebagai kota pelabuhan dengan industri perminyakan dan agribisnis maju, kawasan industri, dan perkebunan lainnya.

Tol tersebut dapat mempersingkat jarak tempuh Kota Pekanbaru-Dumai dari 200 kilometer jika melewati jalan nasional menjadi 131 kilometer saja.

“Dengan kondisi ini, truk-truk pengangkut sawit, pengangkut minyak, angkutan logistik, angkutan penumpang, akan lebih efisien dari segi waktu maupun segi biaya,” papar Jokowi.

Presiden juga berpesan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan masyarakat Riau untuk memanfaatkan jalan tol tersebut sebaik-baiknya untuk mengembangkan peluang usaha, sarana pemerataan, dan kesejahteraan masyarakat.

Simpul kawasan produktif

Sementara itu, Executive Vice President Corporate Secretary Hutama Karya Muhammad Fauzan mengatakan, jalan tol ini juga merupakan simpul dari berbagai kawasan produktif.

“Kami harap ini dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, memangkas jarak tempuh, biaya logistik dan tentunya menciptakan pusat-pusat ekonomi baru di Pulau Sumatera,” ujar Fauzan dalam keterangannya, Kamis (24/9/2020).

Fakta Jalan Tol Pekanbaru-Dumai

Berikut fakta seputar Jalan Tol Pekanbaru-Dumai:

1. Panjang jalan

Tol Pekanbaru-Dumai dirancang sepanjang 131 kilometer, mulai dikerjakan pada 2016.

2. Nilai investasi

Hutama Karya membenamkan investasi untuk membangun Tol Pekanbaru-Dumai senilai Rp 16,21 triliun. Masa konsesi 40 tahun.

3. Terbagi dalam enam seksi tol

Tol Pekanbaru-Dumai mencakup enam seksi tol yaitu:

– Seksi 1 (Pekanbaru-Minas) sepanjang 9,5 kilometer

– Seksi 2 (Minas-Kandis Selatan) sepanjang 24,1 kilometer

– Seksi 3 (Kandis Selatan-Kandis Utara) sepanjang 16,9 kilometer

– Seksi 4 (Kandis Utara-Duri Selatan) sepanjang 26,5 kilometer

– Seksi 5 (Duri Selatan-Duri Utara) sepanjang 29,45 kilometer, dan

– Seksi 6 (Duri Utara- Dumai) sepanjang 25,05 kilometer.

4. Fasilitas

Tol ini dilengkapi dengan tujuh Gerbang Tol dan lima pasang Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area.

TIP terbagi menjadi dua tipe, yakni:

– Tipe A yang terletak di KM 14,5, KM 45, dan KM 82, dan

– Tipe B yang terletak di KM 64 dan KM 13 (arah Pekanbaru).

5. Underpass perlintasan gajah

Terdapat empat terowongan (underpass) perlintasan gajah sebagai bentuk harmonisasi infrastruktur dengan alam. Terowongan gajah disiapkan dengan bentang 25 hingga 45 meter dan tinggi 5,1 meter serta tanaman hijau agar menyerupai habitat asli. Terowongan ini dibangun di Seksi IV Kandis Utara–Duri yang melintasi Kawasan Suaka Margasatwa Balai Raja dan Siak Kecil. Kandis Utara-Duri merupakan koridor perlintasan Gajah Sumatera dengan jumlah populasi sekitar 50 ekor.

6. Tarif yang diusulkan

Sesuai Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT), tarif yang diusulkan PT Hutama Karya (Persero) selaku badan usaha jalan tol (BUJT) sebesar Rp 900 per kilometer.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *