oleh

Pansus Covid-19 Minta Protokol Kesehatan Tetap Diperketat Meski Zona Oranye

IndonesiaBangsaku.com – Panitia Khusus (Pansus) Covid-19 DPRD Kota Balikpapan, Kalimantan Timur meminta penerapan protokol kesehatan tetap diperketat meski sudah masuk zona oranye. Hal ini untuk memastikan tingkat penyebaran virus korona di Balikpapan betul-betul menurun.

“Tapi kita jangan mengendor dulu, karena baru kemarin kita masuk zona oranye ini. Kita harus pastikan dalam 14 hari ke depan rasio penularan kita itu flat atau turun,” kata Ketua Panitia Khusus (Pansus) COVID-19 DPRD Kota Balikpapan Syukri Wahid, di Balikpapan, Senin, 5 Oktober 2020.

Syukri menjelaskan zona oranye berarti tingkat penularan di Balikpapan berada pada risiko sedang. Pansus Covid-19 meminta berbagai kebijakan dalam penanganan virus korona tetap ketat, seperti saat Balikpapan masih zona merah serta pemerintah kota Balikpapan harus mengevaluasi kebijakan-kebijakan tersebut dan pelaksanaanya di lapangan.

Syukri juga menjelaskan ada tiga indikator yang menjadi parameter penetapan zona atau tingkat risiko penularan, yakni angka kasus positif turun, angka kesembuhan meningkat, dan angka kematian turun.

“Kalau memang kita bisa bertahan di dua pekan ke depan pada tiga indikator ukur itu, status kita adalah zona kuning,” kata Syukri.

Satgas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Balikpapan menyebutkan ada penambahan 23 kasus positif baru pada Minggu, 4 Oktober 2020. Dari 23 kasus positif baru itu, sebanyak tiga kasus dengan gejala suspek, 10 kasus merupakan orang tanpa gejala (OTG), dan sebanyak 10 kasus merupakan hasil penelusuran (tracing) kontak erat.

Kemudian pasien sembuh atau selesai menjalani perawatan di rumah sakit maupun yang selesai menjalani karantina mandiri di rumah dan di tempat yang disediakan perusahaan atapun di Embarkasi Haji Batakan, bertambah 30 kasus.

Secara kumulatif jumlah yang terkonfirmasi positif sebanyak 3.182 kasus. Pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit sebanyak 192 kasus atau berkurang 1 kasus dari sehari sebelumnya 192 kasus.

Pasien yang menjalani karantina mandiri di rumah, atau ditempat yang disediakan perusahaan maupun di Embarkasi Haji Batakan sebanyak 568 kasus. Jumlah itu turun dari sehari sebelumnya sebanyak 573 kasus.

Pasien yang sembuh menjadi 2.230 kasus atau meningkat dari sehari sebelumnya 2.200 kasus dan jumlah yang meninggal ada 193 kasus.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *