oleh

Perkuat Moderasi Beragama untuk Lawan Radikalisme

IndonesiaBangsaku.com – Organisasi masyarakat (Ormas ) Islam dan ormas keagamaan dinilai elemen penting dalam sejarah bangsa Indonesia.

Ormas keagamaan juga merupakan representasi dari berbagai lapisan masyarakat yang secara konsisten membantu pemerintah dalam menjaga dan membangun negera ini.

Hal inilah yang kemudian mendorong Badan Nasional Penanggulangan Terorisme menggandeng Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) dan Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan (LPOK) membentuk Gugus Tugas Pemuka Agama Dalam Rangka Pencegahan Paham Radikal Terorisme.

Gugus tugas dengan melibatkan para pemuka agama moderat dalam suatu gugus tugas dalam mengatasi perkembangan paham radikal terorisme di Indonesia.

“Gugus Tugas Pemuka Agama yang merupakan bentuk dari sinergitas dari BNPT bersama dengan tokoh-tokoh agama yang ada di seluruh Indonesia. Sinergi ini penting untuk mengupayakan moderasi beragama dalam melawan upaya radikalisasi yang mengarah pada intoleransi dan terorisme di masyarakat,” ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komjen Pol Boy Rafli Amar.

Boy Rafli mengtakan itu usai mengukuhkan Gugus Tugas Pemuka Agama Dalam Rangka Pencegahan Paham Radikal Terorisme di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis 26 November 2020.

Dia berharap peran serta alim ulama dan para tokoh agama dapat memberikan pencerahan kepada seluruh umat. ”Gugus Tugas Pemuka Agama kita harapkan menjadi terdepan dalam meluruskan pemahaman-pemahaman keliru sehingga informasi seolah-olah ada pihak tertentu sedang menyampaikan sesuatu atas nama agama ini dapat diluruskan,” tutur mantan Kapolda Papua itu.

Dia menyebut tokoh-tokoh agamalah yang dapat meluruskan hal ini karena mereka adalah ahlinya. Tokoh lintas agama juga turut ikut serta agar pihak-pihak tertentu yang berkeinginan mengadu domba dan melakukan provokasi antar umat ini bisa diredam juga.

”Karena seperti yang kita tahu radikal intoleran dan radikal terorisme merupakan permasalahan global di seluruh dunia, dan indonesia tidak lepas dari permasalahan itu. Ada pihak-pihak tertentu yang melakukan aktivitas mengarah kepada radikal intoleran ini dan berusaha kita tanggulangi,” ucap Boy.

Sementara itu, Ketua Umum LPOI/LPOK KH Said Aqil Siradj menyampaiakan, pengukuhan gugus tugas pemuka agama yang dilakukan hari ini sebenarnya adalah formalitas.

Ada atau tidak ada pengukuhan, kata dia, sudah merupakan kewajiban bagi ulama dan para tokoh agama untuk menghadapi radikalisme ini.

“Pengukuhan ini sendiri bisa dibilang sebagai penyempurnaan langkah-langkah dalam menjalankan kewajibannya ini bagi ormas masing-masing. Karena kalau kami dari NU sendiri sejak dulu sudah melakukan beberapa hal, ketika terjadi intoleransi, kami pasti bersikap,” tuturnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *