oleh

Banjir Bandang di NTT dan NTB, Jokowi Beri Instruksi Khusus Menteri PUPR dan Menkes

IndonesiaBangsaku.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengerahkan alat berat ke lokasi bencana banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Selain itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin diminta menyiapkan fasilitas kesehatan yang memadai.

“Untuk melancarkan evakuasi, pencarian dan penyelematan korban saya minta kepada Menteri PUPR untuk mengerahkan alat-alat berat dari berbagai tempat,” ujarnya saat rapat terbatas secara virtual, Selasa (6/4/2021).

Sejurus dengan itu, Kepala Negara juga meminta jajarannya yang terlibat dalam penanganan musibah ini untuk membuka jalur laut dan udara, karena jalur darat masih sulit untuk bisa dilalui.

Pembukaan jalur laut dan udara sangat penting untuk mempercepat proses penanganan bencana, serta distribusi logistik dan lainnya. “Jika jalur darat masih sulit ditembus, saya minta juga diperepat pembukaan akses melalui laut dan udara,” tuturnya.

Sementara itu, Budi Gunadi Sadikin diminta untuk memperbanyak tempat pelayanan kesehatan, termasuk rumah sakit, di lokasi bencana Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

2 Wanita Perekam dan Penyebar Pengancam Presiden Joko Widodo Ditangkap

IY tersangka perekam dan penyebar video ancaman kepoada Presiden Joko Widodo ditangkap dirumahnya di Grand Residence City Bekasi, Jawa barat kemarin (15/5/2019) siang WIB. IY dikawal ketat tim penyidik saat tiba di Polda Metro Jaya.

“Pastikan hadirnya pelayanan kesehatan dan penanganan korban yang memerlukan pertolongan medis, Pak Menteri Kesehatan tim bantuan perlu secepatnya tiba di lokasi,” kata Jokowi.

Selain fasilitas kesehatan, Kepala Negara ingin agar ketersediaan tenaga medis dan obat-oabatan terjaga di tengah lokasi bencana.

“Saya minta Menteri Kesehatan memperbanyak tempat-tempat pelayanan kesehatan di lapangan, juga mempersiapkan rumah sakit untuk menangani para korban serta memastikan ketersediaan tenaga medis dan obat-obatnya,” kata dia.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga saat ini sebanyak 128 orang meninggal dunia akibat bencana banjir bandang di Nusa Tenggara Timur, Minggu 4 April 2021, lalu.

Banjir bandang tersebut akibat cuaca ekstrem dari siklon tropis seroja. Dimana 8 wilayah administrasi kabupaten dan kota yang terdampak antara lain Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur, Malaka, Lembata, Ngada, Sumba Barat, Sumba Timur, Rote Ndao dan Alor.

Selain itu, total korban dilaporkan hilang mencapai 72 orang, dengan rincian Kabupaten Alor 28 orang, Flores Timur 23, dan Lembata 21.
BNPB juga mencatat sebanyak 2.019 KK atau 8.424 warga mengungsi serta 1.083 KK atau 2.683 warga lainnya terdampak bencana banjir bandang di NTT.

Banjir bandang juga melanda NTB. Puluhan ribu orang terdampak musibah ini dan beberapa di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *