oleh

Jim Peterson: CCM dan Due Process Hadir Terkait Elit FPI-Terorisme

Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham), Edward Omar Hiariej, mengatakan bahwa anggota atau eks anggota FPI banyak yang melakukan berbagai tindakan melawan hukum, mulai dari pidana umum hingga tindakan terorisme.

“Bahwa pengurus dan atau anggota FPI yang pernah bergabung ke FPI berdasarkan data ada 35 orang yang terlibat terorisme, dan 29 orang telah dipidana,” tutur Eddy dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam.

Selain itu, diketahui juga bahwa ratusan orang anggota FPI, detilnya sebanyak 206 orang, tercatat pernah melakukan tindakan umum. Dari 206 tersebut, 100 anggota tersebut telah dijatuhi hukuman pidana.

“Di samping itu 206 orang yang terlibat pidana umum dan 100 di antaranya telah dipidana,” tambahnya.

Menyikapi hal tersebut, peneliti Lesperssi, Jim Peterson, mengatakan bahwa penegakan hukum yang telah dilakukan oleh segena perangkat hukum di Indonesia menunjukkan sinyalemen yang positif. Outcome yang diharapkan dari implementasi crime control model (CCM) tersebut telah tercapai. Akan tetapi didalam mencapai CCM tersebut, due process harus dikedepankan sehingga tidak menimbulkan permasalahan baru dibelakang.

“Penegakan hukum yang telah dilakukan oleh segena perangkat hukum di Indonesia menunjukkan sinyalemen yang positif. Outcome yang diharapkan dari implementasi crime control model (CCM) tersebut telah tercapai. Akan tetapi didalam mencapai CCM tersebut, due process harus dikedepankan sehingga tidak menimbulkan permasalahan baru dibelakang”, ujar Jim Peterson.

Lebih lanjut Jim Peterson mengatakan bahwa dirinya mendukung langkah pemerintah didalam melakukan penegakkan hukum dan proses peradilan terhadap elit FPI yang terlibat jaringan teroris.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *