oleh

Jim Peterson: Penegakkan Hukum Elit FPI Harus Memperhatikan Due Process

Kepala Pusat Riset Ilmu Kepolisian dan Kajian Terorisme Universitas Indonesia, Inspektur Jenderal (Purn) Benny Mamoto, mengungkapkan Sebanyak 37 anggota Front Pembela Islam (FPI) yang jadi teroris telah ditangkap. 37 orang tersebut merupakan mantan atau masih anggota Front Pembela Islam (FPI) yang terlibat aksi terorisme di Indonesia.

Benny yang kini menjabat Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) itu mengatakan data tersebut dapat diakses publik dengan mudah melalui rekam jejak putusan pengadilan.

“Kami mengumpulkan data para pelaku teror berikut latar belakangnya untuk bahan analisa. Data tersebut diambil dari putusan pengadilan. Jadi kalau ditelusuri di laman pengadilan setempat maka akan menemukan data tersebut, termasuk berapa lama vonisnya. Ini supaya clear, jangan sampai dikira asal-asalan sumbernya,” ujar Benny.

Menyikapi hal tersebut, analis Papua dan teorisme dari Lesperssi, Jim Peterson, mengatakan bahwa langkah penegakan hukum terhadap ke-37 anggota FPI tersebut merupakan hal yang tepat. Akan tetapi proses hukum harus menganut asas due process, sehingga tidak menimbulkan permasalahan baru dibelakang.

Lebih lanjut dirinya menambahkan bahwa, penegakkan hukum juga harus mengena kepada elit FPI yang terlibat jaringan terorisme, sehingga kepercayaan terhadap komitmen pemerintah didalam menciptakan kamtibmas tercapai. Hal ini juga guna menciptakan unsur pembelajaran bagi para tokoh prominent lain agar tidak terlibat maupun memberikan dukungan terhadap berbagai aksi terorisme.

“ Penegakkan hukum harus mengena pada elit FPI yang terlibat terorisme, sehingga kepercayaan terhadap komitmen pemerintah dalam kamtibmas tercapai. Hal ini juga guna menciptakan unsur pembelajaran bagi para tokoh prominent lain agar tidak terlibat maupun memberikan dukungan terhadap berbagai bentuk aksi teror”

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *