oleh

Kadis Kominfo Papua: Masyarakat Wajib Menangkal Informasi Hoaks

-Berita, Papua-24 Dilihat

Indonesiabangsaku.com – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Papua, Jery A. Yudianto mengatakan masyarakat wajib terlibat dalam menangkal informasi hoaks yang bertebaran di media sosial dan yang berdampak merugikan buat warga itu sendiri.

Hal tersebut disampaikan Jery Yudianto ketika memberikan arahan kepada para peserta “Pelatihan Literasi Berita untuk Publik Melawan Mis/Disinformasi” yang digelar kolaborasi Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) bersama AMSI Wilayah Papua, Senin (9/5) di Grand Abe Hotel, Kota Jayapura, Papua.

Yery Yudianto berharap para peserta yang hadir mewakili lembaga atau instansi masing-masing bisa menjadi agen perubahan menangkal hoaks yang merajalela saat ini.

Untuk menangkal hoaks ini dimulai dari diri sendiri dan mampu mengedukasi kalangan terdekat yakni dari keluarga maupun para kolega dan masyatakat luas.

Yery Yudianto mengapresiasi pelatihan literasi berita untuk publik melawan mis/disinformasi yang diselenggarakan AMSI dan berharap kegiatan serupa ke depan bisa dilaksanakan secara intens dan masif sebagai bentuk mendidik warga agar bisa memilih, serta memilah informasi atau berita-berita yang bertanggungjawab.

AMSI mengadakan pelatihan literasi berita (news literacy training) di 10 wilayah di Indonesia dari bulan Mei hingga September 2022. Melalui pelatihan ini, publik diharapkan memiliki pemahaman tentang pentingnya literasi media.

“Kemampuan memverifikasi informasi dan mencari sumber referensi yang benar diperlukan masyarakat, diharapkan peserta dapat terlibat menahan laju sebaran hoaks atau informasi bohong yang dampaknya cukup besar dan merusak sendi-sendi sosial, bahkan mempengaruhi kebijakan,” kata Wakil Ketua II AMSI sekaligus Penanggung Jawab Program Cek Fakta, Irfan Junaidi.

Ada 7 poin materi yang diterima peserta: 1) Dampak Media Sosial untuk Pemahaman Publik mengenai Informasi, 2) Siaran Pers dan Esensi Karya Jurnalistik, 3) Mengenali Advertorial dan bentuk Native Advertising lain.

4) Mengenali Jurnalisme yang Mengabdi untuk Publik, 5) Meretas Algoritma Media Sosial Anda, 6) Kebenaran, Bukti dan Batasan Jurnalisme, 7) Mewaspadai Makna Ganda: Efek Visual/Foto dalam Berita.

Kegiatan pelatihan literasi berita ini akan dilaksanakan di 9 wilayah dengan metode tatap muka dan 1 wilayah dengan metode pelatihan online.

10 wilayah yang menjadi tempat pelatihan yaitu Papua, Kalimantan Tengah, Riau, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat dan Gorontalo.

Pelatihan literasi berita untuk publik melawan mis/disinformasi di Kota Jayapura, Papua berlangsung selama dua hari, 9 – 10 Mei diikuti 37 peserta dari 25 kuota yang disiapkan AMSI Papua.

Peserta berasal dari berbagai organisasi/ lembaga di antaranya perwakilan badan eksekutif mahasiwa (BEM) Universitas Cenderawasih, BEM Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ), LBH Papua, Komnas HAM Perwakilan Papua, ALDP, PAHAM Papua, Akademisi Universitas Muhammadiyah Papua, perwakilan pemuda Gereja dan lain-lain.

“Banyaknya peserta pelatihan menandakan bahwa berbagai lembaga/ instansi maupun individu di Papua merasa sangat penting memfilter arus informasi yang diterima lewat media sosial maupun lewat media jurnalistik,” kata Ketua AMSI Wilayah Papua Eveerth Joumilena.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.