oleh

Kapolri Perintahkan Para Kontingen Daerah Terapkan Prokes Ketat untuk Sukseskan PON XX Papua

Indonesiabangsaku, Jakarta – Gelaran PON Papua yang dilaksanakan di masa pandemi Covid-19 sangat membutuhkan kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Hal disadari betul oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Ia pun mengimbau kepada para kontingen daerah yang akan bertanding di Papua untuk wajib menerapkan prokes dengan penuh tanggung jawab.

“Strategi pengendalian Covid-19 dapat dimulai sejak keberangkatan, tiba dan saat menetap untuk menjalani pertandingan. Para peserta yang hendak berangkat mengikuti PON XX/2020 harus uji Covid-19 dalam waktu dua atau tiga hari sebelum berangkat ke Papua,” ujarnya di Mimika.

Ia juga meminta para kontingen dari berbagai daerah untuk mengurangi kontak fisik dengan orang lain selama 14 hari sebelum keberangkatan. Selain itu, mereka juga diminta untuk melaksanakan prokes sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan. “Termasuk mengganti masker setiap hari atau masker kain dilapis dua atau tiga,” katanya.

Listyo juga meminta kepada jajaran Forkopimda untuk mengontrol penerapan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) saat seluruh peserta tiba di Papua. Termasuk kewajiban menyerahkan hasil uji Covid-19. Selanjutnya.

Ia juga menginstruksikan agar Forkopimda melakukan pengawasan ekstra ketat. Di antaranya, membatasi aktivitas para kontingen. Lalu, wajib melaporkan kondisi kesehatan melalui aplikasi pelaporan kesehatan PB PON XX/2020 atau ke dokter kontingen masing-masing.

“Bila dianggap perlu maka akan dilaksanakan uji Covid-19. Tes akan dilakukan secara reguler selama PON berlangsung, sesuai tugas dan peran masing-masing. Jika hasil tes positif maka akan dilakukan isolasi mandiri atau dirujuk ke rumah sakit sesuai pedoman Kemenkes. Akan ada penelusuran terhadap kontak erat,” ujarnya.

Ia juga mendorong Forkopimda Mimika untuk penguatan 3T (penelusuran, pengujian, dan penanganan) serta akselerasi program vaksinasi massal. Personel TNI dan polisi diminta membantu pemerintah daerah melakukan percepatan vaksinasi guna mewujudkan kekebalan komunal masyarakat di sana.

Untuk mempercepat vaksinasi di Papua, kata dia, akan disiapkan tempat di sekolah-sekolah, menyasar target siswa dan orang tua murid. Serta, di tempat-tempat ibadah untuk para masyarakat. Direncanakan vaksinasi dengan cara jemput bola dari pintu ke pintu sampai ke tingkat distrik (kampung).

Tidak hanya itu, langkah pengendalian Covid-19 di Papua, kata dia, adalah sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk mau menjalani isolasi di tempat isolasi terpusat yang telah disediakan.

“Hal itu akan lebih baik untuk kesembuhan masyarakat yang terpapar virus Covid-19 dengan gejala tertentu karena isoter ditunjang fasilitas memadai dan diawasi penuh tenaga kesehatan,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *