oleh

Ketiga Vonis Rizieq Sudah Sesuai Hukum Normatif

Habib Rizieq terjerat dalam tiga kasus berbeda. Kasus tersebut adalah kasus kerumunan di Petamburan, kerumunan di Megamendung, dan kasus tes swab RS Ummi, Bogor.
Hakim menjatuhkan vonis 4 tahun penjara untuk Habib Rizieq Shihab terkait kasus tes swab RS Ummi. Vonis terebut lebih berat dibandingkan dengan vonis kasus kerumunan di Petamburan dan Megamendung.

Terkait kasus kerumunan Petamburan, Habib Rizieq Shihab (HRS) dkk divonis 8 bulan penjara. Habib Rizieq dkk dinyatakan terbukti melakukan pelanggaran terkait kerumunan di Petamburan yang dianggap melanggar aturan mengenai pandemi COVID-19 terkait acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan putrinya.

“Mengadili, menyatakan Terdakwa Muhammad Rizieq Shihab terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana,” ujar Suparman Nyompa.

Menyikapi hal tersebut, pengamat hukum Makara Strategic Insight, Iwan Freddy, SH., M.Si, mengatakan bahwa ketiga vonis yang telah diberikan oleh majelis hakim sudah sesuai dengan hukum yang berlaku. Diharapkan dengan adanya vonis tersebut supremasi hukum dapat tercapai, sesuai dengan hakekat dari crime control model. Dengan adanya pemberikan hukuman kepada Rizieq Shihab, maka diharapkan kamtibmas dapat tercapai melalui efek jera yang muncul dari pemberikan vonis tersebut, sehingga masyarakat lebih taat kepada hukum normatif.

“Ketiga vonis yang diberikan majelis hakim sudah sesuai dengan hukum yang berlaku. Dengan adanya vonis tersebut supremasi hukum dapat tercapai, sesuai hakekat dari crime control model. Adanya pemberikan hukuman kepada Rizieq Shihab, diharapkan kamtibmas dapat tercapai melalui efek jera yang muncul dari pemberikan vonis tersebut, sehingga masyarakat lebih taat kepada hukum normatif”, ujar Iwan Freddy.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *