oleh

KPK Periksa 2 Saksi untuk Usut Aliran Dana Bupati Mamberamo Tengah

-Papua-71 Dilihat

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa dua saksi terkait aliran dana tersangka kasus suap dan gratifikasi sekaligus Bupati Mamberamo Tengah, Ricky ham Pagawak. Kedua saksi tersebut adalah karyawan BUMD bernama Kristius Pagawak dan seorang pendeta bernama Andreas Konstan Pagawak.

Mereka diperiksa tim penyidik KPK pada Jumat (5/8/2022) di Gedung Merah Putih KPK Jakarta. “Kedua saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan dugaan penggunaan aliran sejumlah uang oleh tersangka RHP untuk membeli beberapa aset antara lain kendaraan bermotor dan apartemen,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (8/8/2022).

KPK juga melakukan penyitaan terhadap aset-aset tersebut setelah melakukan pemeriksaan terhadap saksi. Ali mengatakan aset yang dikonfirmasi kepada para saksi langsung dilakukan penyitaan.

KPK telah menetapkan Ricky sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemberian dan penerimaan suap serta gratifikasi terkait pelaksanaan berbagai proyek di Pemkab Mamberamo Tengah, Provinsi Papua. Sejauh ini, KPK belum mengumumkan secara resmi dan detail perkara Mamberamo Tengah. KPK telah mencegah Ricky dan tiga orang lainnya bepergian ke luar negeri selama 6 bulan, terhitung sejak 3 Juni hingga 3 Desember 2022. Berdasarkan sumber internal Tribunnews.com di KPK, tiga orang lain yang dicekal yaitu, Direktur Utama PT Bina Karya Raya/ Komisaris Utama PT Bumi Abadi Perkasa, Simon Pampang; Direktur Utama PT Bumi Abadi Perkasa Jusieandra Pribadi Pampang; dan Direktur Utama PT Solata Sukses, Marten Toding.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.