oleh

KSTP Front Politik dan Klandestine di Papua 

-Papua-30 Dilihat

Jakarta – Beragam upaya  dari misi panjang kelompok separatis di Papua tak henti-hentinya dilancarkan melalui berbagai manuver. Seperti halnya sebuah organisasi yang memiliki perencanaan dan agenda, tindakan manuver yang mereka lakukan dilaksanakan beragam dengan waktu yang tak berpola. Bahkan, dalam beberapa waktu terakhir tindakan yang dilakukan tak hanya berwujud gangguan keamanan, namun sudah menargetkan korban jiwa dari beberapa wilayah yang berbeda dan acak.

Kelompok Separatis Teroris Papua (KSTP) dinilai tak lagi murni menyuarakan kemerdekaan Papua. Warga diminta tak terprovokasi berbagai ulah mereka di media sosial.  Tokoh perempuan Papua, Rehina Belau menyebut, aksi KSTP sekarang ini berbeda saat organisasi Papua merdeka (OPM) masih ada di Bumi Cenderawasih.  Saat ini KSTP hanya untuk kepentingan politik sejumlah orang.

“Gerakan teror KSTP selalu diikuti Front Kelompok Kriminal Politik dan klandestin dengan memanfaatkan media sosial,” katanya

Kelompok ini, menurut dia yang membuat narasi bernada provokasi di media sosial. Tujuannya untuk membangun ketidakpercayaan kepada pemerintah. Aksi KKB saat ini dilakukan karena mereka sedang terjepit.

Strategi penggunaan hoaks juga ternyata dijadikan kelompok separatis, selain untuk memicu keresahan publik, juga sebagai media untuk berkelit dari kesalahan yang pernah dilakukan. Sejumlah rentetan kejadian pernah menjadi jejak yang tak terlupakan dalam manuver kelompok separatis tersebut.

Sebagai cara dan upaya untuk melancarkan misinya, sudah pasti segala hal dilakukan oleh kelompok separatis untuk menarik perhatian pemerintah, bahkan hingga dunia internasional. Sebagai masyarakat yang melek informasi dan media, menjadi tanggung jawab kita semua untuk mampu bersikap kritis serta memperhatikan sepak terjang kelompok separatis dalam bermanuver. Sehingga ke depan tidak ada pihak yang termakan isu murahan oleh kelompok pembelot yang telah mengusik kedamaian bumi cenderawasih tercinta.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.