MASYARAKAT PAHAM PENGALIHAN SUBSIDI BBM UNTUK KEADILAN MASYARAKAT KELAS BAWAH

Tak Berkategori68 Dilihat

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM adalah bentuk kongkrit dalam pemerataan ekonomi masyarakat di bawah. Selama ini, menurutnya, sekitar 70 persen subsidi BBM dinikmati kelompok menengah atas. Sekarang, pos subsidi tersebut dialihkan kepada kalangan masyarakat bawah.

Kemudian, dilansir dari tempo.co, Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto mengatakan bahwa memang selama ini subsidi BBM tidak tepat sasaran dan banyak dinikmati kalangan mampu sehingga perlu dialihkan. Jika subsidi BBM dibiarkan, tentunya tak adil pada masyarakat yang tidak punya kendaraan. Sehingga pengurangan subsidi itu bisa direlokasi untuk yang tidak punya kendaraan. Bahkan menurut Sugeng, Pertalite selama ini lebih banyak dinikmati kalangan mampu, total BBM subsidi yang dikonsumsi mereka mencapai sekitar 70-80 persen.

Selain itu, ekonom Universitas Indonesia, Berly Martawardaya, mengatakan bahwa BBM bersubsidi selama ini belum sesuai dengan prinsip keadilan. Selama ini konsumsi bahan bakar bersubsidi didominasi masyarakat mampu.

Maka pemerintah sudah melakukan tindakan yang tepat dengan alokasi pos susbsidi BBM agar tepatnya sasaran yang diperuntukkan pada masyarakat bawah. Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan tegas jika ada ketimpanagan yang dirasakan oleh masyarakat sperti sebsidi BBM yang belum tepat sasaran.

Apalagi mengingat subsidi BBM yang sangat membebani APBN negara juga harus menjadi pertimbangan serius agar ekonomi bangsa bisa terselamatkan. Dan pemerataan ekonomi masyarakat dibawah bisa tercapai.

Penulis: Yayan Septiadi (Sekjend BEM PTKI Seluruh Indonesia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *