oleh

Masyarakat Tidak Abai Prokes Untuk Mencegah Gelombang Ketiga Kasus Covid-19

Jakarta – Kasus Covid-19 di Indonesia memang semakin melandai, jauh menurun dibandingkan puncak pada gelombang kedua Covid-19 pada Juli lalu. Bahkan, kasus aktif Covid-19 di Indonesia saat ini turun hingga ke bawah 70.000 kasus.

Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes)  menunjukkan terjadi penambahan 3.835 kasus baru di Indonesia.

Namun demikian, pakar epidemiologi tetap memberikan peringatan kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Pakar menilai risiko gelombang ketiga Covid-19 di RI tetap perlu diwaspadai.

Pakar epidemiologi Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman memperkirakan gelombang ketiga kasus Covid-19 di RI kemungkinan bisa terjadi pada Desember 2021 mendatang.

Menanggapi hal tersebut, Jubir Vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi menyampaikan, setidaknya ada dua hal untuk mengantisipasi gelombang ketiga Covid-19, yaitu dengan peningkatan protokol kesehatan (prokes) dan deteksi dini.

“Untuk mencegah kita tertular adalah satu-satunya dengan prokes dan deteksi dini karena 2 kunci itulah yang kemudian, kalau kita cepat prokes dapat menghalangi virus itu masuk ke tubuh kita. Walaupun nanti kita bisa sakit tapi bisa saja sakitnya ringan karena kita sudah punya vaksin yang melawan di dalam tubuh,” ucap Siti dalam Diskusi Interaktif Waspada Gelombang ke-3 Covid-19.

Lalu yang kedua adalah deteksi dini. Jika gejala-gejala Covid-19 dideteksi sedini mungkin, maka akan cepat pula penanganannya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *