oleh

Mayoritas Orang Tua Setuju Vaksinasi Anak

Indonesiabangsaku, JakartaPerhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) melakukan survey nasional terkait sikap orang tua terhadap vaksinasi anak dan pembelajaran tatap muka Juli 2021 kepada 9.287 responden. Hasilnya menunjukkan jika 63,3% orang tua setuju anaknya divaksinasi.

Sedangkan 23,5% orang tua tidak setuju anaknya divaksin dan orang tua yang ragu-ragu anaknya divaksin sebanyak 13,2%. Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim mengatakan, P2G memahami jika mendapatkan vaksinasi adalah hak termasuk bagi anak.

“Namun tentunya menjadi kewajiban semua orang tua, anak termasuk guru untuk menjaga dirinya tidak terpapar Covid-19 dan tidak menularkan kepada orang lain,” katanya melalui keterangan tertulis.

Dari hasil survei menunjukkan mayoritas orang tua setuju anaknya divaksinasi. Hal ini menandakan orang tua sadar akan peran dan upaya mereka untuk memperoleh kesehatan dan keselamatan, agar anaknya mendapatkan hak pendidikan nantinya.

Bagi orang tua yang tidak mengizinkan perlu edukasi dan sosialisasi secara baik dan jelas oleh Pemerintah. Dan sekolah, seperti wali kelas punya peran yang sangat tinggi memengaruhi persepsi dan meyakinkan orang tua ini.

“Kesediaan orang tua mengizinkan anaknya divaksinasi patut diapresiasi, ini merupakan wujud nyata pendidikan bela negara bagi orang tua, apalagi bagi anak,” tutur Satriwan.

Alasan orang tua ragu-ragu dan tidak setuju vaksinasi anak berjumlah 36,7%, 5 alasan tertingginya adalah, sebanyak 72,5% orang tua khawatir vaksinasi akan berdampak buruk pada anak setelah divaksinasi. Sedangkan 5,4% orang tua khawatir tujuan vaksinasi bukan untuk kesehatan.

“5,2% anak memiliki penyakit; 4,2% orang tua khawatir vaksin tidak halal; 4% menurut orang tua vaksin belum teruji; 8,7% jawaban lainnya,” imbuhnya.

Pihaknya pun menyayangkan masih ada orang tua yang khawatir vaksinasi anak bukan bertujuan untuk kesehatan. P2G menemukan fakta, seperti ada orang tua yang percaya vaksin berisi chip dari negara tertentu.

“Setelah anak divaksinasi maka chip tersebut akan lekat di tubuhnya. Ada juga yang percaya vaksin haram hukumnya, padahal MUI sudah mengeluarkan fatwa halal,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *