oleh

Mengajak Masyarakat Menjaga Agar Tidak Terjadi Lagi Ledakan Kasus Covid-19

Jumlah penambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia meningkat pesat sejak Juni 2021 . Penularan virus corona varian Delta turut menyumbang ledakan kasus Covid-19 di Indonesia semua Propinsi di Indonesia. Saat ini beberapa daerah berupaya menekan kasus covid-19 melalui vaksinasi, hal ini juga dilakukan di Kota Palangka Raya. Fairid mengajak warga Kota Palangka Raya untuk mau divaksinasi demi menjaga imun tubuh dimasa pandemic covid-19 seperti sekarang saat ini pun di berlakukan PPKM Mikro darurat dan di setiap Kelurahan diberlakukan pula penyekatan agar warga yang keluar masuk dapat terpantau dengan seksama juga pelaku usaha dapat mentaati jam buka dan tutup saat berusaha,” kita minta maaf atas ketidaknyamanan ini ,hal ini demi kepentingan bersama menekan kasus penularan covid-19 .”kata Fairid Naparin

Sementara itu Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Emi Abriyani mengingatkan pelaku usaha untuk lebih memperketat protokol kesehatan agar tidak lagi ditemukan pelaku usaha saat operasi yustisi berjalan terkonfirmasi covid-19 dan saat pemberlakuan PPKM Mikro Darurat dapat lebih mentaati aturan dari Pemerintah Daerah sehingga menekan kasus terkonfirmasi covid-19,” kita mengharapkan kesadaran warga Kota Palangka Raya dalam pelaksanaan Prokes agar tidak terkonfirmasi covid-19 khususnya bagi pelaku usaha.”jelas Emi Abriyani Kasus terkonfirmasi covid-19 persenin 12 juli 2021 kasus covid-19 di Kota Palangka Raya sebanyak 8.117 kasus dan terjadi penambahan 53 kasus ,sembuh dari covid-19 sebanyak 6.955 terjadi penambahan 20 orang dan kasus meninggal dunia sebanyak 250 terjadi penambahan 5 orang hal ini yang diupayakan Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya untuk terus ditekan dan diatasipasi.

Hal senada juga disampaikan oleh WAKIL Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengimbau pedagang dan pembeli di pusat perbelanjaan agar tetap memperhatikan protokol kesehatan, terutama diwajibkan memakai masker dan menjaga jarak. Seperti diketahui, sebelumnya beberapa pusat perbelanjaan seperti yang terjadi di Pasar Baru yang terjadi kerumunan dikarenakan banyak warga yang berbelanja kebutuhan jelang Hari Raya Idulfitri.

Setelah menerima informasi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung langsung membahasnya secara internal dan menegaskan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kewilayahan terkait untuk mengatasi hal tersebut. “Kemarin kita menegaskan seperti Dinas terkait, Satpol PP, Dishub beserta Kewilayahan untuk meminimalisasi kerumunan itu,” katanya.

“Jadi bisa saja di dalam itu dikasih pembatas. Dan kita selalu ingatkan, baik kepada pedagang dan pembeli itu protokol kesehatannya, memakai masker, jaga jarak, dan yang lainnya,” lanjutnya. Wakil wali kota mengajak masyarakat agar tidak lelah untuk menerapkan protokol kesehatan karena pandemi Covid-19 masih terjadi. Sehingga tidak akan terjadi ledakan kasus penyebaran Covid-19 di Kota Bandung.

“Karena pengalaman sebelumnya, ledakan penyebaran covid-19 itu biasanya terjadi setelah libur panjang, 2 minggu sampai 1 bulan. Itu sudah terbukti saat libur panjang Oktober dan akhir tahun lalu. Jadi kita cukup khawatir dengan libur panjang kali ini,” ucapnya.

Warga diminta untuk saling mengingatkan. “Karena di satu sisi pelaku ekonomi merasa ‘marema’ saat ini setelah beberapa lama sepi. Cuma kita ingatkan lagi ledakan itu bisa terjadi kalau kita abai terhadap pelaksanaan protokol kesehatan,” katanya.

Di luar itu, Yana pun menyampaikan penutupan jalan di Kota Bandung merupakan upaya untuk meminimalisasi kerumunan yang kerap terjadi di beberapa titik. Oleh karena itu, warga dilarang keras membuka penutup jalan yang telah ditentukan. “Kalau benar ada oknum (yang membuka penutup jalan) saya pikir tangkap saja, tidak boleh itu, kan (penutupan jalan) itu demi kebaikan,” ucapnya.

Penutupan jalan untuk mengurangi kerumunan seperti di kawasan Dipatiukur. “Kalau sampai ada oknum (yang membuka penutup jalan), apalagi untuk kepentingan sendiri itu seolah-olah dzalim,” katanya. “Saya ingatkan terus, pandemi covid-19 ini belum selesai. Pemerintah Kota Bandung tidak akan lelah mengingatkan warga bahwa protokol kesehatan itu kuncinya,” lanjutnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *