oleh

Menlu Kawal Proses Evakuasi WNI dari Aghanistan

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengaku proses evakuasi WNI dari Afghanistan pada Sabtu (21/8) lalu merupakan salah satu yang tersulit selama ia berkarir sebagai diplomat.

“Proses evakuasi ini dari pengalaman saya sebagai diplomat karir salah satu proses yang paling rumit, deg-degan sampai ada beberapa skenario yang kita terapkan,” kata Retno dalam wawancara dengan CNN Indonesia TV pada Sabtu (22/8).

Pemerintah Indonesia berhasil mengevakuasi 33 orang dari Afghanistan menggunakan pesawat Boeing 737-400 milik TNI AU. Sebanyak 33 orang itu terdiri dari 26 WNI, lima warga Filipina, dan dua warga Afghanistan yang merupakan suami dari WNI yang dievakuasi.

Retno menuturkan, tim evakuasi pemerintah RI terus melakukan komunikasi dengan pihak NATO dan negara anggotanya di Kabul agar bisa mendapatkan slot penerbangan evakuasi ke Afghanistan.

Sebab, sejak Taliban menduduki Kabul dan Istana Kepresidenan Afghanistan pada Minggu (15/8), operasional bandara internasional di ibu kota itu dikelola tentara NATO dan AS.

Ribuan warga Afghanistan terus berdatangan ke bandara Kabul hingga berupaya menerobos landasan pacu demi bisa naik pesawat keluar dari negara itu.

Retno mengatakan ia sempat was-was lantaran Indonesia telah mendapatkan slot untuk mendaratkan pesawat evakuasi di Kabul pada 19 Agustus, namun ditunda tanpa waktu yang jelas.

“Sejak itu kami terus berupaya berdiplomasi bergerilya agar mendapatkan slot tersebut, tapi syukurlah tidak lama jedanya sampai akhirnya izin landing diberikan (pada Sabtu 21 Agustus),” kata Retno.

Kendala lainnya juga datang ketika pesawat TNI AU dengan nomor A-7305 itu mendarat di Kabul. Retno mengatakan pesawat yang semula hanya diberikan izin mendarat 30 menit dengan mesin menyala, terpaksa harus mendarat selama dua jam menunggu kedatangan para WNI tiba di bandara Kabul.

Selain karena situasi yang tidak menentu, Retno menuturkan para WNI dan warga asing yang ikut pesawat TNI AU harus melewati berbagai macam pemeriksaan dan kondisi di lapangan hingga akhirnya bisa sampai di Bandara Kabul.


“Akses dari KBRI Kabul ke bandara biasanya 40 menit. Kemarin saya cek mereka (para WNI dan staf KBRI) berangkat pukul 00.15 dan pesawat baru take off pukul 07.00. Perjalanan 5-6 jam lebih untuk sampai bandara,” papar Retno.

“Setelah tiba mereka juga harus melewati pemeriksaan paspor, mencocokan dengan manifest penerbangan, sehingga pesawat evakuasi yang harusnya mendarat 30 menit dengan engine on, jadi dua jam dengan engine on,” ucapnya menambahkan.

Retno menuturkan pesawat dari Kabul, pesawat TNI AU sempat istirahat mendarat di Islamabad, Pakistan, untuk mengisi bahan bakar sebelum terbang menuju Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *