oleh

MUI Imbau Ibadah di Rumah Guna Mencegah Lonjakan Covid-19

Indonesiabangsaku, Jakarta – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Masduki Baidlowi meminta kepada umat Islam untuk tidak beribadah dengan melibatkan banyak orang, seperti di masjid atau musala yang berada di zona merah dan oranye risiko penularan Covid-19.

Hal itu ia sampaikan mengingat lonjakan penularan virus corona kembali terjadi di Indonesia belakangan ini.

“Sekali lagi bahwa fatwa MUI tentang kedaruratan kita beribadah tetap berlaku dan hendak dilaksanakan, terutama di zona merah, oranye, kuning. Misalnya jemaah tak berjemaah dulu di masjid. Salat tetap berjemaah di rumah biar aman,” kata Masduki.

MUI sendiri sudah mengeluarkan Fatwa Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah Dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19. Salah satu poin dalam fatwa itu mengatur agar umat Islam tak menyelenggarakan aktivitas ibadah yang melibatkan orang banyak di tempat umum di wilayah yang kondisi penyebaran virus corona tidak terkendali, karena diyakini dapat menjadi sarana penyebaran Covid-19.

Masduki meminta agar fatwa tersebut tetap menjadi pedoman dan dijalankan oleh seluruh umat Islam di Indonesia.

BACA JUGA : Aturan Baru PPKM Tak Ada Kata Menutup Masjid, tetapi Dilarang Berkerumun

“Kondisi ini memang parah dan masih akan lama. Jangan kita lengah dengan keadaan. Kalau kita lengah dengan keadaan, kondisinya makin mengkhawatirkan,” kata dia.

Selain itu, Masduki menegaskan tak beribadah sementara di tempat-tempat umum saat pandemi tak akan mengurangi pahala dan ajaran agama. Bahkan, kata dia, kegiatan beribadah di rumah masing-masing justru melaksanakan ajaran agama seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW saat terjadi pandemi.

Ia menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah memperingatkan umatnya untuk tidak masuk ke wilayah yang sedang terkena wabah. Dan sebaliknya, umat dilarang keluar jika berada di tempat yang terkena wabah.

“Jangan hanya memahami ajaran agama itu misalnya beribadah di masjid afdol, iya itu afdol kalau itu dalam kondisi normal. Nah, kalau enggak normal keafdolan itu hilang, malah bahaya,” kata dia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *