oleh

Operasi Yustisi, PPKM Mikro, dan Vaksinasi Diharapkan Putus Penyebaran Covid-19

indonesiaBangsaku.com – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Fadil Imran, melakukan pengecekan langsung pelaksanaan kegiatan optimalisasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (​PPKM) Mikro, operasi yustisi dan vaksinasi, di wilayah Kelapa Gading, Jakarta Utara. Diharapkan optimalisasi ketiga langkah itu dapat menekan angka penularan Covid-19 yang semakin meningkat belakangan ini.

“Saya melakukan kunjungan, tujuannya untuk melihat bagaimana pelaksanaan tentang tiga hal optimalisasi PPKM mikro, optamilisasi operasi yustisi dan ketiga bagaimana optimalisasi program vaksinasi,” ujar Fadil, Minggu (20/6/2021).

Dikatakan Fadil, dirinya telah memberikan arahan kepada seluruh Polsek jajaran bagaimana kiat dan cara melalukan optimalisasi dan intervensi di basis komunitas dengan menggunakan PPKM mikro. Seperti bagaimana menginformasikan kepada warga kalau di satu wilayah ada yang positif, kemudian bagaimana melakukan testing, tracing dan treatment, termasuk bagaimana kegiatan operasi yustisi di titik-titik yang tingkat konfirmasinya tinggi dikombinasikan dengan program vaksinasi yang setiap hari di Polres ada 10 titik per hari, dengan jumlah dosis bervariatif 100 hingga 200.

“Mudah-mudahan kombinasi antara PPKM mikro, operasi yustisi dan vaksinasi ini bisa kemudian kita memutus mata rantai, mengendalikan penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

Menyoal bagaimana penanganan di tempat hiburan dan restoran atau kafe, Fadil menyampaikan, dirinya sudah memberikan arahan, semisal di Ancol, Jakarta Utara.

“Kapasitas Ancol itu kan 120.000, tapi yang hadir hanya 7.000 itu pun saya perintahkan untuk tutup-buka. Dan kemudian, melaksanakan patroli di titik-titik yang rawan kerumunan. Lokasi-lokasi seperti pantai juga saya minta untuk dijaga. Jadi sebenarnya relatif penegakan protokol kesehatan terus kita kerjakan supaya semuanya bisa bergerak, ekonominya jalan, kesehatannya juga jalan,” katanya.

Ihwal apakah ada peningkatan sanksi, Fadil mengungkapkan beberapa kafe dan restoran di Senopati serta Gunawarman telah diberikan sanksi denda Rp 50 juta dan diminta tutup 1×24 jam. Kalau masih berulang nanti denda dan hukuman administrasinya pun bertambah sesuai aturan, bisa jadi tutup sampai sebulan.

“Kalau personal (orang) hukumannya sesuai dengan pergub memang teguran. Sesuai perda teguran,” jelasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *