oleh

Ormas Keagamaan Menjadi Garda Terdepan Membantu Pemerintah Menangani Covid-19

Netizen sekaligus pemerhati masalah sosial, Ahmad Rivai dalam artikelnya di media online baliexpress.jawapos.com (28/7/2021) berjudul “Ormas Berperan Sentral Dalam Penanggulangan Pandemi Covid-19” mengatakan bahwa organisasi kemasyarakatan (ormas) memiliki peran sentral dalam penanggulangan pandemi Covid-19, tidak terkecuali sebagaimana yang sudah dilaksanakan Nahdlatul Ulama dan Muhamadiyah. Hal tersebut merupakan implementasi UU bahwa ormas wajib berkontribusi bagi masyarakat.

Menurut Rivai, Pandemi Covid-19 telah menyebabkan dampak yang luar biasa kepada masyarakat Indonesia. Krisis Kesehatan telah terjadi di mana mana, Rumah Sakit kehabisan oksigen, berita duka hampir kita dengar setiap hari.

Sementara itu krisis ekonomi telah menyebabkan banyak orang kehilangan pekerjaan dan penghasilan. Sehingga sangat penting bagi semua pihak untuk saling membantu tanpa melihat perbedaan dan saling peduli dalam meringankan beban dan kesulitan.Protokol kesehatan sudah semestinya menjadi kesadaran yang dipupuk demi mengakhiri pandemi covid-19.

Mengutip pernyataan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir bahwa menaati protokol kesehatan merupakan salah satu wujud aktualisasi ketakwaan kepada Allah dalam konteks menghadapi situasi pandemi covid-19.Di tengah pandemi yang belum reda. Haedar menilai diperlukan sikap seksama dalam menaati protokol kesehatan oleh seluruh warga bangsa sebagai salah satu bentuk ikhtiar.

Berdasarkan catatanya, Rivai menyebut bahwa angka kesembuhan Covid-19 beberapa hari terakhir mengalami tren kenaikan. Bahkan, data Satgas Covid-19 Kemenkes menunjukkan bahwa angka kesembuhan pada hari Sabtu 24 Juli 2021 mencapai rekor tertinggi sebanyak 39.747 pasien, sehingga kini total pasien yang sembuh mencapai 2.471.678 orang.

Angka tersebut rupanya menempatkan Indonesia pada urutan kedua setelah India dengan 40.052 pasien sembuh. Dua hari sebelumnya, angka kesembuhan juga memecahkan rekor yang sama.

Defy Indiyanto Budiarto selaku Tokoh Muda Muhammadiyah menyambut gembira tren angka kesembuhan kasus Covid-19 ini, serta memberikan apresiasi terhadap kinerja para dokter dan elemen tenaga kesehatan (nakes) lainnya, serta kinerja pemerintah atas penanganan Covid-19.

Menurut Defy, kabar tingginya angka kesembuhan ini tentu harus ditonjolkan baik oleh media massa maupun juru bicara penanganan Covid-19. Sebab kabar positif seperti ini justru dapat meningkatkan imun dibandingkan dengan kabar negatif seperti tingginya kasus positif dan kematian yang bertebaran di mana-mana.

Defy mengajak semua pihak bergandeng tangan mematuhi kebijakan pemerintah pusat dan tidak saling menyalahkan. Di tengah pandemi seperti sekarang, yang dibutuhkan adalah persatuan dan bersama-sama memerangi Covid-19.

Defy juga mendorong pemerintah mengoptimalkan vaksinasi menyasar semua kelompok masyarakat. Bila memungkinkan dilakukan booster vaksin ke-3 terutama bagi tenaga medis, mengingat virus delta yang sangat ganas dan sudah menyebar.

Defy optimis jika semua pihak bergandeng tangan memberikan masukan positif kepada pemerintah, masyarakat Indonesia dapat melalui wabah virus corona ini.

Sementara itu, Ketua PBNU Bidang Dakwah dan Masjid KH Abdul Manan Ghani memberikan dukungan atas diberlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). PPKM merupakan upaya untuk menekan jumlah kasus Covid-19, sekaligus sebagai upaya pemerintah untuk melakukan perlindungan kepada masyarakat dari bahaya Covid-19.

Sebelumnya, ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj menyatakan bahwa NU siap membantu pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19.
NU memiliki satgas covid-19 dan ikut menyalurkan bantuan sebesar Rp 600 miliar ditengah keterbatasan dalam penganganan Covid-19. Said menegaskan bahwa pemerintah sungguh berniat segera mengatasi wabah ini.

Pada kesempatan berbeda, Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta, KH Samsul Ma’arif meminta kepada para tokoh masyarakat dan ulama memberikan edukasi kepada rakyat terkait dengan kebijakan yang diterapkan pemerintah untuk menghadapi pandemi Covid-19.

Samsul menuturkan, pandemi Covid-19 harus dijadikan momen introspeksi diri tidak pesimis terhadap kondisi sekarang.Samsul meyakini jika pandemi sudah terlewati, masyarakat akan makmur dan sejahtera.

Muhammadiyah dan NU merupakan ormas keagamaan terbesar di Indonesia, yang menjadi mitra pemerintah dalam menangani pandemi covid-19. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *