oleh

PBNU Menilai Sandiaga Uno Langkahi Makam Tak Tau Tata Krama

-politik-198 Dilihat

Indonesiabangsaku, Jakarta Sebuah video menampilkan cawapres nomor urut 02 Sandiaga Unomelangkahi makam ulama besar Nahdaltul Ulama (NU) KH Bisri Syansuri beredar di media sosial. Video ini pun sontak menimbulkan berbagai macam reaksi dari berbagai pihak.

Bendahara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Nasyirul Fallah Amru menilai tindakan Sandiaga Uno dianggap melanggar tradisi yang tidak hanya berlaku di NU, tapi juga di masyarakat Indonesiasecara umum.

“Secara etika, Sandiaga Uno melanggar unggah-ungguh (tata krama) kita. Masyarakat NU tersinggung karena makam ulamanya dilangkahi. Itulah akibatnya kalau pemimpin tidak paham kultur politik bangsanya,” kata ucap Nasyirul dalam keterangan tertulis, Senin (12/11/2018).

Pria yang kerap disapa Gus Falah itu menyampaikan, seseorang harus menjaga etika ketika berziarah atau menabur bunga di makam leluhur. Dia menyayangkan jika Sandiaga tidak mengetahui adab ziarah hingga melangkahi makam ulama terkemuka NU tanpa perasaan bersalah.

Pria yang biasa disapa Gus Falah ini mengatakan, ada aturan atau adab yang harus dilakukan saat berziarah kubur.

Dia menjelaskan, dalam sebuah hadits disebutkan, sesungguhnya seseorang yang duduk di atas bara api, lalu membakar pakaian hingga menyisakan kulitnya lebih baik baginya daripada duduk di atas sebuah kuburan.

“Sebenarnya dia tahu enggak sih etika ziarah makam leluhur? Apa yang diperlihatkan Sandiaga dengan melangkahi makam Kiai Bisri itu bukan cermin menghormati leluhur,” ujar Sekretaris Umum Baitul Muslimin Indonesia tersebut.

Tidak Tahu Adab Ziarah

Gus Falah mengaku sudah menyaksikan melalui video yang beredar bagaimana cara Sandiaga Uno berziarah. Dia menilai, selama ini, politikus Partai Gerindra itu tidak mengetahui adab atau etika berziarah kubur.

“Makam itu diduduki saja enggak boleh, ini malah dilangkahi sama Sandiaga, itu bukan watak warga NU. Cara Sandiaga menabur bunga juga seperti memberi makan kepada ternak,” ungkap Gus Falah.

“Menabur bunga itu harus sopan, duduk, bersimpuh. Sebab, ziarah itu harus dilakukan dengan niatan bersih, dan tidak bisa dilakukan dengan motif kekuasaan hanya karena menjadi calon, lalu menjadi rajin ziarah kubur,” sambung Gus Falah.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.