oleh

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas Dengan Menerapkan Prokes Ketat

JAKARTA – Sejumlah sekolah yang berada di wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1-3 telah memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, termasuk di DKI Jakarta. Tentunya sekolah-sekolah tersebut wajib menerapkan prosedur protokol kesehatan sesuai arahan pemerintah.

“Meskipun telah menjalani peraturan protokol kesehatan, kami sadar atas kemungkinan terjadinya penyebaran covid-19 di lingkungan Sekolah. Kita harus beradaptasi untuk hidup bersama dengan kondisi new normal saat ini. Kita membutuhkan kerjasama dan dukungan dari seluruh anggota komunitas sekolah,” ujar Superintendent Global Sevilla School, Michael Thia.

Dikatakan, pihaknya benar-benar berkomitmen untuk melaksanakan aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah, terkait dengan pelaksanaan PTM terbatas. Mulai dari mengatur kapasitas siswa yang hanya 50% dari total kapasitas, kemudian penyediaan tempat cuci tangan dan hand sanitizer di setiap kelas. Kemudian pengaturan jarak minimal 1,5 meter, melakukan pengecekkan suhu tubuh, hingga memastikan memakai masker dengan benar.

Sebenarnya, lanjut dia, pihaknya sejak awal telah menerapkan kesiapan Blended Learning. Di mana siap menjalani kegiatan belajar mengajar secara daring ataupun secara tatap muka. “Disini kami berkomitmen dan memastikan kedua metode tersebut mendapatkan Kualitas yang sama tanpa membedakan satu metode dengan metode lainnya,” ujarnya.

Menurut Michael, antusiasme peserta didik dan orang tua siswa terhadap PTM terbatas ini sangat tinggi, dikarenakan mempermudah anak berinteraksi dengan guru. Interaksi sosial di sekolah juga dipandang sangat penting bagi kesehatan mental dan kesejahteraan mental para siswa di sekolah kami.

Sementara untuk tenaga pengajar, pihaknya juga memastikan mereka sudah lulus dalam menjalani pelatihan Pembelajaran Tatap Muka. Dan semua sudah dalam keadaan tervaksinasi dengan standard yang ditetapkan pemerintah. Bahkan pihaknya juga telah melakukan vaksinasi untuk para pelajar di sekolahnya. “Anak-anak sudah di vaksin semuanya. Kita sudah dua kali menjadi tempat sentra vaksin untuk anak-anak murid kami yang di atas usia 12 tahun, yang terpenting adanya izin dari orang tua,” ujar Michael.

Lebih lanjut disampaikan bahwa pihaknya sudah mendapatkan proses pengawasan dan verifikasi persiapan matang dalam PTM terbatas tahap 1 dari pemerintah. “Kami memberikan kebebasan bagi orang tua untuk menentukan atau mengijinkan apakah anaknya diperbolehkan untuk mejalani PTM atau tetap mau melakukan pembelajaran secara daring. Disini kami siap untuk memberikan pelayanan dengan kualitas sama apapun yang menjadi keputusan dari orang tua,” jelasnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *