oleh

Pemekaran Provinsi Baru di Papua, Eks Tokoh OPM: Saya Dukung!

-Papua-35 Dilihat

Baru-baru ini, pemerintah melalui Badan Legislasi DPR RI mengesahkan provinsi baru di Indonesia.

Nantinya, akan ada 3 provinsi baru dan membuat Indonesia memiliki 37 provinsi.

Keputusan ini tertuang dalam Rancangan Undang Undang (RUU) tentang Provinsi Papua Selatan, Provinsi Papua Tengah, dan Provinsi Papua Pegunungan Tengah.

Pengesahan ini sendiri dilaksanakan pada rapat pleno yang digelar

“Setelah kita mendengarkan pendapat semua fraksi dan menyatakan setuju. Apakah hasil harmonisasi RUU tentang Provinsi Papua Selatan, Papua Tengah dan Papua Pegunungan Tengah dapat disetujui?,” tanya Wakil Ketua Baleg DPR Achmad Baidowi dalam rapat.

Kemudian para peserta sidang pun menjawab setuju dan akhirnya RUU tersebut disahkan.

Dengan pengesahan ini, nantinya akan ada tiga provinsi baru yakni Provinsi Papua Selatan (Ha Anim), Provinsi Papua Tengah (Meepago), dan Provinsi Papua Pegunungan Tengah (Lapago).

Menanggapi pemekaran provinsi baru di Papua tersebut, mantan tokoh Organisasi Papua Merdeka (OPM) Nicolas Messet mendukung hal tersebut.

“Itu adalah berkat dari Tuhan bahwa pemerintah memberikan pemekaran Papua,” kata Nicolas melalui rilis pers yang diterima.

“Ini semata-mata untuk kemajuan masyarakat Papua. Supaya semua berjalan dengan baik, dan Masyarakat sejahtera,” sambungnya.

Melalui pemekaran, kata Nicolas, semua masyarakat memiliki tanggungjawab masing-masing untuk memajukan dan mensejahterakan rakyatnya sesuai dengan DOB (Daerah Otonomi Baru).

“Kalau Pemekaran sesuai wilayah adatnya tadi, maka semua punya tanggungjawab terhadap wilayahnya,”ujarnya.

Menurutnya, Papua sudah final melalui pengakuan Dewan Keamanan PBB pada 19 November 1969 lalu, yang manegaskan jika Papua adalah bagian dari NKRI.

“Jadi kalau ada yang petak- petakan, maka indikasinya mau Papua merdeka. Saya katakan Dewan Keamanan PBB sudah akui Papua adalah bagian dari NKRI.”

“DOB harus disambut gembira, karena penduduk Papua ini sekitar 5 juta penduduk. Kalau ada Provinsi baru maka pembangunan bisa menyentuh masyarakat hingga kepelosok,” ujarnya.

Terkait ketakutan yang timbul semisal akan adanya non OAP (Orang Asli Papua) yang datang dan lapangan pekerjaan, menurut dia, baiknya legislatif dan eksekutif membuat regulasi untuk membatasi itu.

Orang Papua mengatakan, masih memiliki pemikiran yang kusust, masih pikir dirinya sendiri dan menganggap bahwa Papua ini hanya orang Papua punya.

“Harus dibagi-bagi. Karena saya sampaikan tadi, Papua adalah bagian dari NKRI. Saya sangat mengapresiasi pak Wapres yang memberikan tujuh provinsi ini,”katanya.

Menurutnya, pemerintah harus juga menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) Papua untuk bisa berkarya dan menjadi sukses dengan tidak berharap seperti uang jatuh dari langit.

Lanjut dia, catatan pentingnya adalah harus didik anak-anak Papua untuk bekerja, jangan malas-malas. Dilatih agar bisa mandiri berkarya.

“Yang penting, pemerintah sudah kasih signal akan pemekaran, persiapkan diri, jangan harap seperti bintang jatuh dari langit atau bintang kejora turun dari langit.”

Mimpi itu sudah habis sekarang bagaimana kita kerja untuk negerinya sendiri dan menjadi tuan di negerinya sendiri,” tutup Nicolas.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.