oleh

Pemerintah Concern Terhadap Pelestarian Budaya

Deputi II Kantor Staf Presiden-Bidang Pembangunan Manusia, Abetnego Tarigan, mengatakan bahwa pakaian adat Suku Baduy yang dikenakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sidang tahunan MPR 2021 adalah sebagai bentuk upaya apresiasi kepala negara terhadap suku Baduy.
Lebih lanjut, Abetnego mengatakan bahwa Kantor Staf Presiden menganggap langkah Jokowi menggunakan pakaian adat dan mengangkat kebudayaan suku Baduy dalam acara kenegaraan ini merupakan suatu inisiatif yang baik dalam menekankan kebhinekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tidak hanya mengapresiasi keluhuran nilai-nilai adat dan budaya suku Baduy, hal itu juga menangkal stigma negatif terhadap Suku Baduy.
“Presiden mengangkat ke tingkat paling tinggi di salah satu acara kenegaraan. Hal ini dapat dimaknai sebagai cara presiden untuk menghentikan stigma dan makna negatif dari penyebutan suku Baduy,” ucap Abetnego.
Ditempat terpisah, Budayawan Masyarakat Peduli Perbatasan Indonesia (MPPI), Ismuanto, S.S.,M.Phil, mengatakan bahwa fenomena tersebut menunjukkan pelestarian adat budaya leluhur menjadi concern dari Pemerintah Pusat. Hal ini dapat terlihat melalui baju adat yang dikenakan Presiden Jokowi dalam Pidato Kenegaraan yang menunjukkan atau mewujudkan kecintaan terhadap budaya bangsa, sehingga perlu dilestarikan. Lebih lanjut, dirinya mengajak masyarakat untuk mulai mencintai adat budaya leluhur bangsa.
“Mari cintai adat budaya leluhur bangsa”, ujar Ismuanto.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *