oleh

Penerapan PPKM Mikro Dapat Tekan Penyebaran Covid-19 Varian Baru

Pandemi covid-19 yang terjadi di Indonesia selama satutahun terakhir tidak dipungkiri membawa pengaruh yang cukup signifikan terhadap berbagai sektor terutama sektorperekonomian. Dengan adanya kondisi tersebut akhirnyamembuat Pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan barusebagai respon realistis terhadap eksistensi Covid-19. Beragam pilihan kebijakan ditempuh untuk menghadang lajupenyebaran, mulai dari penerapan physical distancing, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), hinggaPemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di berbagai daerah yang terpetakan sebagai episentrumpenyebaran. 

Pemerintah Indonesia sudah berupaya untukmenghadirkan vaksin Covid-19 agar masyarakat dapat hidupsehat terhindar dari virus tersebut. Meskipun vaksin Covid-19 sudah hadir di Indonesia, tapi masyarakat harus tetap taat dan patuh dalam menerapkan protokol kesehatan yang sudahditetapkan oleh Pemerintah. Namun sayangnya perkembangankasus virus corona beberapa minggu terakhir tidak sepertiyang diharapkan. Belum lagi hadirnya varian baru dari virus covid-19 di beberapa wilayah. Untuk itu pemerintahmerancang Kembali kebijakan-kebijakan yang dinilai dapatmenekan lonjakan penyebaran virus Covid-19 dan varianbaru.

Pada awal Juni 2021, pemerintah telah resmimemperpanjang pemberlakuan PPKM berskala mikro demi menekan laju penyebaran Covid-19 di Indonesia. PPKM mikro ini akan Kembali diperpanjang hingga akhir bulan Junidan peran pusat Kesehatan masyarakat (Puskesmas) diperkuat. Masyarakat mendukung PPKM Mikro diseluruhProvinsi demi mempercepat pengendalian virus Corona dan mencegah penyebaran virus Covid-19 varian baru sehinggadapat membantu pemulihan ekonomi nasional.

Hal ini tertuang dalam Inmendagri Nomor 13 Tahun2021 tentang Perpanjangan PPKM Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

Dalam Inmendagri tersebut tertulis bahwa kepala daerahdiminta untuk melakukan sosialisasi PPKM Mikro kepadamasyarakat yang berada di wilayahnya dan apabila terdapatpelanggaran maka dilakukan pemberian sanksi sesuai denganketentuan peraturan perundang – undangan.

Selain itu, kepala daerah juga diminta untuk lebihmengintensifkan penegakan 5M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas), serta melakukan penguatan terhadap3T (testing, tracing dan treatment). Inmendagri juga mengaturmengenai pembatasan dan pengetatan kegiatan masyarakatdifasilitas umum atau tempat wisata/taman denganmenerapkan kewajiban: 1. Penerapan screening test antigen/genose untuk fasilitas berbayar/lokasi wisata indoor; 2. Penerapan protokol kesehatan secara ketat pada fasilitasumum/lokasi wisata outdoor.

Inmendagri tersebut juga membuka ruang bagi pemdayang akan mengeluarkan kebijakan dalam memberlakukankriteria dan persyaratan khusus pada Hari Libur Tahun 2021, dapat menindaklanjutinya sepanjang tidak bertentangandengan peraturan/pedoman yang telah dikeluarkan oleh kementerian/lembaga terkait dan Satgas Penanganan Covid-19.

Pemberlakuan kembali PPKM Mikro ini dikarenakankebijakan tersebut berhasil menekan lonjakan kasus Covid-19. Selain itu diharapkan dapat menekan kembali lonjakan kasuspenyebaran virus Corona serta virus varian baru yang terjadipada beberapa minggu terakhir ini. Tentunya keberhasilan darikebijakan tersebut perlu dukungan serta partisipasi darimasyarakat. Dukungan yang dimaksud yakni tetap menjagaketat protokol kesetahan yang berlaku, menegakkan 5M dan mematuhi aturan-aturan yang berlaku guna mecegahpenyebaran virus.

Ayu S. , Kontributor Semarak Mews

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *