oleh

Pernyataan Gubernur Ridwan Kamil dan KH Arifin Ilham Terkait Pembakaran Bendera di Garut

-politik-41 Dilihat

Indonesiabangsaku, Jakarta GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil atau yang akrab disapa Kang Emil menyesalkan insiden pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid di Kabupaten Garut, Senin (22/10/2018) pagi.

Menurut Ridwan Kamil, walau tidak bermaksud membakar kalimat tauhidnya melainkan simbol organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), tindakan tersebut sudah terlanjur memberikan penafsiran macam-macam.

“Lain kali serahkan saja kepada aparat keamanan. Sebaiknya jika kita tidak suka terhadap sesuatu, belajarlah untuk menyampaikan pesan dengan adab dan cara yang baik,” ujar Kang Emil melalui akun Instagramnya @ridwankamil, Senin.

Ridwan Kamil melanjutkan, “Bangsa kita harus naik kelas menjadi bangsa yang lebih mulia dan lebih beradab.”

Mantan Wali Kota Bandung itu meminta agar pelaku pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid segera meminta maaf kepada publik dan umat muslim secara khususnya.

“Keberadaban kita dilihat dari cara kita menyampaikan pesan dan dilihat dari cara kita menyelesaikan perbedaan. Sebaiknya yang bersangkutan segera menyampaikan permohonan maaf,” tutur Kang Emil.

Sekitar 35 menit yang lalu, Ridwan Kamil pun kembali memberikan komentar atas peristiwa pembakaran bendera bertuliskan tauhid di Limbangan, Garut, Jawa Barat.

Komentar Ridwan Kamil dibarengi dengan postingan berita terkait tindakan polisi yang telah mengamankan tiga orang terduga pelaku pembakaran bendera tauhid tersebut.

“Sesuai arahan, kepolisian sudah mengamankan pelaku pembakaran bendera tauhid ke kantor polisi untuk proses penyidikan lebih lanjut,” ujar Ridwan Kamil.

Dia melanjutkan, “Kita serahkan semuanya pada proses hukum dan aturan yang berlaku. Semoga semua bisa mengambil hikmah, agar segala tindakan kita harus dibarengi iman, ilmu dan ahlak. Hatur Nuhun.”

@ridwankamilSESUAI ARAHAN, kepolisian sudah mengamankan pelaku pembakaran bendera tauhid ke kantor polisi untuk proses penyidikan lebih lanjut. Kita serahkan semuanya pada proses hukum dan aturan yang berlaku. Semoga semua bisa mengambil hikmah, agar segala tindakan kita harus dibarengi iman, ilmu dan ahlak. Hatur Nuhun.

Penjelasan Arifin Ilham Terkait Pembakaran Bendera Tauhid

Sementara itu, KH Muhammad Arifin Ilham juga mengecam keras kelakukan jahiliyah oknum Banser tersebut.

Ia menegaskan bahwa bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid dengan tinta putih bukanlah bendera ormas HTI, melainkan bendera Rasulullah Muhammad SAW.

Dalam unggahan akun Facebook resminya pada Selasa (23/10/2018) pagi, Ustaz Muhammad Arifin Ilham membeberkan sejumlah hadits yang menguatkan pernyataannya.

“Tetaplah sabar, yakinlah ini bukan gambaran keseluruhan anggota BanSer, alhamdullilah tadi malam 3 oknum banser ditangkap dan akan menyusul semua yg terlibat, waspadai provokasi pecah belah,” kata Ustaz Muhammad Arifin Ilham.

Di samping itu, Ustaz Arifin Ilham melalui akun instagramnya  juga memberikan penjelasan mengenai bendera tauhid Rasulullah SAW.

Ini penjelasan Ustaz Arifin Ilham yang dilengkapi dengan sebuah video, Selasa (23/10/2018) tiga jam lalu.

@kh_m_arifin_ilham: Assalamualaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

Nastagfirullah ya Allah ampunilah kami, jangan Engkau murka karena kelakuan jahillyah kelompok oknum banser ini

SubhanAllah ini justru membangkitkan ghiroh kecintaan kami kepada LAA ILAAHA ILLAALLAH MUHAMMADAR RASULULLAH

Kini kami faham bahwa Alliwa dan Arroyah adalah Panji Mulia, bendera Rasulullah

Engkau satukan kami
Engkau bersamakan kami
Engkau tampakkan mana mu’min yg cinta NKRI mana jahil munafik

Tetaplah sabar, yakinlah ini bukan gambaran keseluruhan anggota BanSer, alhamdullilah tadi malam 3 oknum banser ditangkap dan akan menyusul semua yg terlibat, waspadai provokasi pecah belah.

Segeralah bertaubat dan teruslah belajar memahami kemuliaan ajaran Islam

BENDERA TAUHID ADALAH BENDERA ISLAM

Imam At-Tirmidzi dan Imam Ibn Majah dari Ibn Abbas, ‎كَانَتْ رَايَةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَوْدَاءَ، وَلِوَاؤُهُ أَبْيَضَ “Rayah Rasulullah Saw berwarna hitam dan Liwa beliau berwarna putih”

Imam An-Nasai di Sunan al-Kubra, dan at-Tirmidzi dari Jabir:

‎أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «دَخَلَ مَكَّةَ وَلِوَاؤُهُ أَبْيَضُ

“Bahwa Nabi masuk ke Mekah dan Liwa’ beliau berwarna putih”

Ibn Abiy Syaibah di Mushannaf-nya mengeluarkan dari ‘Amrah ia berkata:

‎كَانَ لِوَاءُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبْيَضَ

“Liwa Rasulullah Saw berwarna putih.” Ibnu Hajar al-Asqalani: ‎كان مكتوبا على رايته: لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ. “Bendera Nabi bertuliskan kalimat tauhid” (Ibnu Hajar al-Asqalani, Fathul Bari, 2001, vol. 6, hlm. 147). Allahumma ya Allah selamatkan negeri kami dg rahmat ampuniMu, satukanlah hati kami dalam barisan panji bendera Rasulullah, aamiin.

View this post on Instagram

Assalamualaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu. Nastagfirullah ya Allah ampunilah kami, jangan Engkau murka karena kelakuan jahillyah kelompok oknum banser ini SubhanAllah ini justru membangkitkan ghiroh kecintaan kami kepada LAA ILAAHA ILLAALLAH MUHAMMADAR RASULULLAH Kini kami faham bahwa Alliwa dan Arroyah adalah Panji Mulia, bendera Rasulullah Engkau satukan kami Engkau bersamakan kami Engkau tampakkan mana mu’min yg cinta NKRI mana jahil munafik Tetaplah sabar, yakinlah ini bukan gambaran keseluruhan anggota BanSer, alhamdullilah tadi malam 3 oknum banser ditangkap dan akan menyusul semua yg terlibat, waspadai provokasi pecah belah. Segeralah bertaubat dan teruslah belajar memahami kemuliaan ajaran Islam BENDERA TAUHID ADALAH BENDERA ISLAM Imam At-Tirmidzi dan Imam Ibn Majah dari Ibn Abbas, ‎كَانَتْ رَايَةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَوْدَاءَ، وَلِوَاؤُهُ أَبْيَضَ “Rayah Rasulullah Saw berwarna hitam dan Liwa beliau berwarna putih” Imam An-Nasai di Sunan al-Kubra, dan at-Tirmidzi dari Jabir: . . ‎أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «دَخَلَ مَكَّةَ وَلِوَاؤُهُ أَبْيَضُ . . “Bahwa Nabi masuk ke Mekah dan Liwa’ beliau berwarna putih” Ibn Abiy Syaibah di Mushannaf-nya mengeluarkan dari ‘Amrah ia berkata: . . ‎كَانَ لِوَاءُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبْيَضَ . . “Liwa Rasulullah Saw berwarna putih.” Ibnu Hajar al-Asqalani: ‎كان مكتوبا على رايته: لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ. “Bendera Nabi bertuliskan kalimat tauhid” (Ibnu Hajar al-Asqalani, Fathul Bari, 2001, vol. 6, hlm. 147). Allahumma ya Allah selamatkan negeri kami dg rahmat ampuniMu, satukanlah hati kami dalam barisan panji bendera Rasulullah, aamiin. Maafkan abang lahir bathin menuju Penang Malaysia

A post shared by Almarhum Murobbi Arifin Ilham (@kh_m_arifin_ilham) on

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.