oleh

Polisi Pastikan Data Pengguna eHAC Aman

Kementerian Kesehatan mengatakan kepolisian telah menghentikan penyelidikan dugaan kebocoran data pengguna pada aplikasi elektronik Health Alert Card (eHAC). Penghentian dilakukan karena kepolisian tidak menemukan adanya dugaan kebocoran data pengguna.

Selain itu, kepolisian juga tidak menemukan upaya pengambilan data dari server eHAC. Karena tidak ditemukan adanya kebocoran, Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan, Anas Maruf memastikan data masyarakat di sistem eHAC berada dalam perlindungan.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, data pengguna eHAC tetap aman dan saat ini sudah terintegrasi dalam aplikasi PeduliLindungi,” katanya melalui keterangan tertulis, Jumat (10/9).

Informasi adanya kebocoran data eHAC dilaporkan oleh vpnMentor. Laporan tersebut telah diverifikasi oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan diterima oleh Kementerian Kesehatan pada tanggal 23 Agustus 2021.

Setelah mendapat laporan tersebut, Kementerian Kesehatan menelusuri dan memperbaiki sistem eHAC. Sebagai bagian dari mitigasi risiko keamanan siber, Kementerian Kesehatan berkoordinasi dengan Kementerian Kominfo, BSSN, serta Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri untuk melakukan proses investigasi.

Tujuan investigasi adalah menelusuri dan memastikan bahwa tidak ada kerentanan lain yang bisa digunakan untuk mengeksploitasi sistem eHAC PeduliLindungi.

Anas Maruf mengajak masyarakat untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi saat memasuki tempat publik. Platform PeduliLindungi disebut tersimpan di pusat data nasional dan diawasi oleh BSSN.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *