oleh

PPKM Terbukti Tekan Kasus Covid Hingga Luar Jawa dan Bali

Pemerintah kembali memperpanjang penerapan PPKM hingga 23 Agustus 2021. Sebenarnya efektifkah PPKM menekan laju Covid-19? Pertanyaan itu sering muncul di kalangan masyarakat. Pemerintah membagi penerapan PPKM dalam beberapa level tergantung sebaran dan lonjakan Covid-19.

Khusus untuk Provinsi Kepulauan Riau, Kota Batam dan Tanjungpinang yang semula berada di PPKM level 4 turun menjadi level 3. Penurunkan level PPKM disebabkan oleh menurunnya angka Covid-19. Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Harry B. Harmadi menegaskan bahwa PPKM sangat efektif dalam menekan penularan Covid-19.

Sonny menjelaskan, penurunan kasus aktif Covid-19 yang terjadi saat ini adalah hasil penerapan PPKM. Bahkan, berkat penerapan PPKM pula terjadi peningkatan disiplin protokol kesehatan di masyarakat. “(PPKM,red) sangat efektif, jelas. Karena terbukti bahwa kasus aktif kita turun. Terus kemudian, positif rate juga mulai turun. Kemudian, melihat bahwa terjadi peningkatan kepatuhan protokol kesehatan masyarakat,” kata Sonny.

Sonny menjelaskan, Satgas Penanganan Covid-19 mengamati secara realtime dari waktu ke waktu sejak PPKM diberlakukan tanggal 3 Juli 2021 hingga data kemarin, kepatuhan protokol kesehatan meningkat signifikan. Terutama dalam 2-3 minggu terakhir.

“Dan harapannya memang setelah 2-3 minggu terjadi kenaikan kepatuhan masyarakat untuk menjalankan prokes akan berdampak pada penurunan. Jadi harapan kita minggu-minggu depan ini bisa terus turun kasusnya,” ucap Sonny.

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Sonny Harry B Harmadi menyebut terjadi penurunan kasus aktif Covid-19. Tentunya, hal tersebut menunjukan perbaikan dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Terlebih, penerapan PPKM Level 4 juga diberlakukan di wilayah dengan kasus penyebaran tinggi. “Memang terjadi penurunan dan salah satu yg menggembirakan kasus aktif turun 25.725 kasus kemarin, jadi terjadi penurunan yang sangat signifikan untuk kasus aktif,” kata Sonny. Menurut Sonny, penurunan kasus aktif Covid-19 tentu berdampak bagi pelayanan kesehatan. Meski masih dalam kategori berat, namun sedikit meringankan beban tenaga kesehatan. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *