oleh

Realisasi Investasi RI Rp233 Triliun di Kuartal II 2021

IndonesiaBangsaku.com – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)/Kementerian Investasi mencatat realisasi investasi pada kuartal II-2021 (April-Juni) naik menjadi Rp233 triliun. Angka ini naik 16,2 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara jika dibandingkan kuartal I-2021 (Januari-Maret), realisasi investasi naik 1,5 persen.

“Realisasi investasi kuartal II 2021 sejak kuartal II 2020 jauh lebih baik. Investor dalam dan luar negeri sudah terbiasa dengan keadaan COVID-19. Ini terbukti dari realisasi investasi kuartal II,” kata Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers, Selasa (27/7/2021).

“Dan biasanya pengusaha kalau kondisi baru bingung, mereka cari solusi gimana menyelesaikan. Begitu berjalan waktu ada penyesuaian,” katanya menambahkan.

1. Penanaman modal asing Rp116,8 triliun, lebih tinggi dari dalam negeri

Sementara untuk Penanaman Modal Asing (PMA) pada kuartal II 2021 tercatat sebesar Rp116,8 triliun atau 52,4 persen. Angka ini naik 4,5 persen dibanding kuartal sebelumnya dan naik 19,6 persen dibanding kuartal II 2020.

Sementara untuk Foreign Direct Investment (FDI), Kementerian Investasi mencatat ada kenaikan dari 50,3 persen menjadi 52,4 persen.

“Ini mengindikasikan dunia sudah merasakan bagaimana pola perubahan regulasi dan manfaat dari perubahan itu,” kata Bahlil.

Lalu Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp106,2 trilun atau 47,6 persen dari total realisasi investasi Rp233 triliun.

“PMDN dibanding kuartal sebelumnya turun 1,6 persen, tapi angka ini masih dalam batas toleransi. Sementara jika dibandingkan tahun lalu naik 12,7 persen,” papar Bahlil. Lanjutkan membaca artikel di bawah

2. Serapan tenaga kerja dari investasi capai 311,9 ribu orang

Dari realisasi investasi sebesar Rp233 triliun menyerap tenaga kerja sebanyak 311.922 orang atau naik 18,5 persen dibanding tahun lalu.

Kementerian Investasi juga mencatat investasi di luar Pulau Jawa lebih dominan sebesar 51 persen dengan nilai investasi sebesar Rp113,8 triliun, naik 24,6 persen dibanding tahun lalu.

Di Pulau Jawa Sendiri tercatat sebesar 109,2 triliun atau 49 persen, naik 8,6 persen dibanding tahun lalu.

3. Sektor-sektor dengan investasi terbesar di kuartal II

Kementerian Investasi juga mencatat 5 investasi terbesar di kuartal II, yakni:

  1. Perumahan Kawasan Industri dan Perkantoran Rp31,3 triliun (14 persen)
  2. Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatan Rp29,7 triliun (13,3 persen), i
  3. Transportasi Gudang dan Telekomunikasi Rp27,9 triliun (12,5 persen)
  4. Listrik Gas dan Air Rp24,1 triliun (10,8 persen)
  5. Pertambangan Rp20,3 triliun (9,1 persen).

“Ini untuk industri, ini jawaban, bukan kacang goreng. Lalu sektor pertambangan ini jadi prioritas kami yang kami dorong betul-betul. Bangun nikel untuk jadi basis baterai mobil di Indonesia,” kata Bahlil.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *