oleh

Sambut Daerah Otonomi Baru, Pemuda Papua di Malang Tingkatkan SDM

-Berita, Papua-40 Dilihat

IndonesiaBangsaku.com – Solidaritas Generasi Muda Papua di Malang mulai mengasah keahlian yang dimiliki. Langkah ini untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan produktif jelang pembentukan tiga Daerah Otonom Baru (DOB).

Ketua Umum Solidaritas Generasi Muda Papua (SGM-P) Arie Ferdinand Waropen menilai adanya DOB bukan hanya sekedar menambah wilayah administrasi pemerintahan saja. Namun harus dapat memberi manfaat berupa percepatan dan pemerataan pembangunan di tanah Papua.

Oleh karena itu, lanjut Arie, baik pemerintah dan masyarakat harus mampu menjalankan peran dalam porsinya secara bertanggungjawab.

Menurut Arie, jika melihat rapor pelayanan publik di Papua, memang selama ini belum mengakomodir semua kebutuhan rakyat. Hal itu karena berbagai faktor, salah satunya teritorial wilayah administrasi yang sangat luas. Kemudian karakteristik masyarakat dari setiap wilayah adat juga ikut mempengaruhi kebijakan publik.

“Sehingga dengan DOB Papua ini dirasa perlu untuk mengakomodir hal-hal yang belum maksimal tersebut. Tentunya dengan harapan besar terjadi pemerataan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat Papua,” kata Arie kepada, Kamis (14/4/2022).

Arie menilai kebijakan DOP Papua tentu akan menuai banyak tanggapan pro maupun kontra di masyarakat Papua. Namun sebagai kaum intelektual muda Papua, pihaknya harus bisa melihat dari berbagai sudut pandang bagaimana rencana pemekaran wilayah memberikan nilai positif.

Khususnya bagi generasi muda Papua dengan berkontribusi nyata demi memberikan perubahan bagi masyarakat dan tanah Papua. Karena hal ini, SGM-P pun tergerak dibentuk pada 2018 dengan tujuan membangun SDM muda Papua yang berdaya saing.

“Misalkan yang sudah jelas harus menjadi konsentrasi kaum muda Papua hari ini adalah peningkatan SDM melalui terobosan-terobosan serta inovasi dalam pembangunan,” tutur Arie.

“Solidaritas Generasi Muda-Papua yang kami gagas tiga tahun lalu atas cita-cita agar lahir generasi muda Papua yang produktif, berkualitas dan konsisten untuk Papua yang lebih baik,” sambung aktivis asal Papua Barat ini.

Arie menambahkan saat ini SGM-P secara struktural dan orientasi program kerja berpusat di Malang Raya dengan beberapa anggota pemuda dan mahasiswa asli Papua yang melakukan studi di Jawa Timur.

Adapun fokus program kerja dengan pemberian ruang pelatihan ketrampilan sesuai keahlian kepada anggota, sehingga nantinya dapat diaplikasikan di kampung halaman masing-masing usai menyelesaikan pendidikan di bangku kuliah.

“Saya bersama Kelompok ingin berbuat yang kongkrit untuk membangun daerah kami Papua, dan program dengan ruang-ruang pelatihan skill ini salah satu caranya,” tandas alumnus Universitas Brawijaya ini.

Seperti diketahui persetujuan Daerah Otonomi Baru (DOB) melalui pemekaran provinsi di Papua itu diambil dalam rapat pleno pengambilan keputusan atas hasil harmonisasi RUU tentang Provinsi Papua Selatan, Provinsi Papua Tengah dan Provinsi Pegunungan Tengah, yang digelar di ruang Baleg DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/4/2022).

Penamaan tiga calon provinsi baru di Papua itu diusulkan dan disesuaikan dengan wilayah adat. Untuk nama Papua Selatan, yakni Provinsi Ha’Anim, Papua Tengah sebagai Provinsi Meepago dan untuk Papua Pegunungan Tengah bernama Provinsi Lapago.

Rancangan Undang-Undang (RUU) tiga DOB menjadi inisiatif DPR ini kemudian disetujui untuk menjadi Undang-Undang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.