oleh

Solidaritas Generasi Muda Papua di Malang Raya Siapkan Pelatihan Skill

-Berita, Papua-32 Dilihat

IndonesiaBangsaku.com – Ketua Umum Solidaritas Generasi Muda Papua (SGM-P) Arie Ferdinand Waropen, menilai pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua tak sekedar menambah wilayah administrasi pemerintahan. Namun harus dapat memberi manfaat berupa Percepatan dan Pemerataan Pembangunan di Tanah Papua.

Karenanya, semua pihak baik pemerintah, legislatif dan masyarakat harus mampu menjalankan peran dalam porsi tugas dan fungsinya secara bertanggungjawab.

Menurutnya, secara prinsip melihat rapor perjalan pelayanan publik di Papua selama ini masih belum mengakomodir semua kebutuhan rakyat Papua. Hal tersebut disebabkan beberapa faktor, salah satunya teritorial wilayah administrasi provinsi yang sangat luas.

Faktor kedua, karakteristik masyarakat dari setiap wilayah adat yang juga ikut mempengaruhi kebijakan publik sehingga dengan DOB Papua ini dirasa perlu untuk mengakomodir hal-hal hal-hal yang belum maksimal tersebut.

“Tentunya dengan harapan besar terjadi pemerataan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat Papua (OAP),” kata Arie dalam keterangannya, Selasa (12/4/2022)

Dia menjelaskan, kebijakan DOP Papua tentu menuai banyak tanggapan publik baik pro maupun kontra khususnya masyarakat Papua. Namun sebagai kaum intelektual muda Papua harus bisa melihat dari berbagai sudut pandang untuk mendapatkan bagian positif yang bisa direspons generasi muda Papua dengan kontribusi nyata di Papua.

Arie menegaskan orientasi peningkatan sumber daya manusia muda Papua dengan terobosan-terobosan serta inovasi dalam pembangunan. Dan SGM-P pun tergerak dibentuk ketika itu (2018) dengan inisiatif untuk membangun SDM Muda Papua yang berdaya saing.

“Solidaritas Generasi Muda-Papua yang kami gagas tiga tahun lalu atas cita-cita agar lahir generasi muda papua yang produktif, berkualitas dan konsisten untuk Papua yang lebih baik” jelas aktivis asal Papua Barat itu.

Arie menambahkan saat ini SGM-P secara struktural dan orientasi program kerja berpusat di Malang Raya dengan beberapa anggota Pemuda dan Mahasiswa asli Papua yang melakukan studi di Jawa Timur, fokus program kerja dengan pemberian ruang pelatihan skill sesuai keahlian kepada anggota/peserta sehingga bisa diterapkan di wilayah kampung halaman masing-masing ketika pulang nanti ke daerah.

“Saya bersama Kelompok ingin berbuat yang kongkrit untuk membangun daerah kami Papua, dan program dengan ruang-ruang pelatihan skill ini salah satu caranya” tandas alumnus Universitas Brawijaya ini.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.