oleh

Tiga Strategi ESDM Jaga Keandalan Listrik PON XX Papua

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan keandalan listrik selama penyelenggaraan Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX di Papua.
Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Wanhar mengungkapkan tiga strategi untuk memenuhi keandalan pasokan listrik selama pelaksanaan PON.

“Selama penyelenggaraan PON XX, dilakukan pengamanan operasi dengan Zero Down Time (ZDT). Artinya, keandalan pasokan listrik sangat dijaga agar tidak terjadi kedip listrik,” ujar Wanhar saat membeberkan strategi pertama dalam keterangan resmi, Sabtu (2/10).


Ia menerangkan ZDT dilakukan dengan sistem switching suplai listrik yang dilengkapi Automatic Changeover Switch (ACOS), dan menempatkan backup berlapis meliputi minimal 2 (dua) layer pasokan cadangan yaitu melalui Uninterruptible Power Supply (UPS) dan mobile genset yang telah berhasil diuji/disimulasikan.

Selanjutnya, strategi kedua adalah membangun infrastruktur ketenagalistrikan dengan anggaran sebesar Rp308,8 Miliar yang pekerjaannya telah dilaksanakan sejak tahun 2020.

Terakhir, PT PLN (Persero) proaktif mensosialisasikan Pasang Baru Multiguna. “Pasang Baru Multiguna ini bersifat sementara sesuai kebutuhan bagi venue pertandingan maupun fasilitas penunjang/akomodasi non-hotel,” kata Wanhar.

Ia menyebut penambahan daya tersebut dapat segera dipenuhi sebelum pelaksanaan PON XX dimulai.


Sebelumnya, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM dan PLN telah melakukan rapat koordinasi untuk membahas status terakhir dan memastikan kesiapan pemenuhan keandalan pasokan listrik untuk PON XX di Papua pada Selasa (28/9) lalu.

“Dalam rapat tersebut, PLN menyampaikan bahwa pasokan listrik telah dinyatakan siap 100 persen untuk memasok ke seluruh venue dan tempat strategis lainnya yang pelaksanaannya juga dikoordinasikan langsung dengan Panitia Besar PON,” ujarnya.

Untuk mendukung suksesnya pelaksanaan PON XX di Papua, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan dan PLN juga membentuk Tim Posko Monitoring Pasokan Listrik PON XX mulai H-1 dari pembukaan sampai dengan H+1 penutupan.

“Berdasarkan laporan Tim Posko shift 1 tanggal 1 Oktober 2021 hingga pukul 13.00 WIB, tidak ada gangguan sistem/subsistem yang menyebabkan pemadaman pada venue PON,” ucap Wanhar.


Jika dirinci, sistem Jayapura memiliki daya mampu pasok 126,40 MW (cadangan 30,13 MW atau 23,8 persen), Sistem Timika 38,50 MW (cadangan 10,08 MW atau 26,18 persen), dan Sistem Merauke 48,51 MW (cadangan 25,71 MW atau 52,99 persen).

“Ketiga sistem tersebut statusnya normal,” pungkasnya.

Sebagai informasi, kesiagaan pengamanan pasokan listrik untuk  PON XX Papua dilaksanakan mulai 18 September-15 Oktober 2021 dengan melibatkan sebanyak 1.574 personil yang tersebar di empat kota/kabupaten yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Merauke dan Kabupaten Timika.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *