oleh

Tolak Aksi 10 Mei, Tangkap Pihak Yang Menentang Negara Untuk Referendum

-Papua-40 Dilihat

Stop Aksi Demo
Tangkap Jefry Wenda
Kami Mendukung DOB

Selebaran Aksi 10 Mei 2022 yang dipertanggungjawabkan oleh Jefry Wenda dan organisasi yang tergabung dalam PRP adalah tindakan yang melawan dan menentang Pemerintah atau Negara dalam hal ini Negara Kesatuan Republik Indonesia.

PRP jangan memaksakan kehendak untuk meminta penolakan DOB atas nama rakyat Papua. PRP tidak melakukan penelitian dan dialog terkait DOB, hanya omong kosong untuk memperalat orang Papua demi kepentingan permintaan Referendum yang tidak mungkin terjadi.

Pengesahan Otsus dan DOB sudah melibatkan masyarakat papua, dan ini sudah ditunggu-tunggu dari puluhan tahun yang lalu, jadi PRP kamu stop dengan DEMO OMONG KOSONG YANG MENGATASNAMAKAN RAKYAT PAPUA.

Tidak ada kewenangan pemerintah provinsi dan MRP yang dihapus (JANGAN GOBLOK), justru dengan adanya pemekaran DOB maka kewenangan Pemerintah Provinsi dan MRP semakin bertambah dan lebih fokus mengurus kesejahteraan masyarakatnya.

Jangan mengkait-kaitkan UU Omnibus Law dengan pemekaran DOB di Papua, itu tidak ada kaitannya, justru dengan adanya DOB maka sumber daya alam di Papua dapat dikelola secara profesional oleh masyarakat adat itu sendiri dengan memanfaatkan tenaga kerja dari orang Papua itu sendiri.

Darimana data yang PRP (Jefry Wenda) sebutkan kalau DPR RI secara sepihak mengesahkan pemekaran DOB. Pemekaran DOB sudah melalui tahap dan penelitian yang cukup panjang dan pemekaran 3 Provinsi di Papua diputuskan berdasarkan kehendak rakyat dan bukan keputusan sepihak. Tidak ada politik adu-domba antara orang Papua, yang ada hanya kelompok penentang negara saja yang selalu melakukan aksi demo untuk meminta referendum yang berujung kepada gangguan Kamtibmas bagi masyarakat Papua.

82% Rakyat Papua meminta dan mendukung pemekaran DOB karena DOB dapat memberikan kesejahteraan masyarakat di masing-masing wilayah adatnya. Kehadiran aparat keamanan merupakan implementasi dari undang-undang Kamtibmas untuk memberikan rasa nyaman dan kedamaian dari gangguan kelompok KKB, jangan diputar balik faktanya. Yang membantai pekerja, memperkosa guru, membunuh dan perkosa tenaga medis, membakar sekolah, merampas ternak dan hasil kebun, merusak fasilitas publik, karena itu semua makanya Aparat Keamanan ada di Papua.
Pahami itu jangan gagal paham.

Jadi yang merubah diri kita itu kita sendiri, bukan orang lain, mau jadi apa kita ya kita yang menentukan, makanya rakyat Papua bertekad dan berkomitmen dengan adanya pemekaran DOB maka banyak yang dapat diperbuat sesuai dengan tatanan masyarakat adat nya sendiri. Bukan seperti selama ini, yang menguasai segala lini hanya kelompok tertentu saja yang tidak mengerti dengan budaya masyarakat adat setempat dan selalu memaksakan budaya tertentu di masyarakat adat lainnya. Inikan namanya tidak menghormati budaya masyarakat adat yang lain.

Sekali lagi kami minta, agar Aparat Keamanan dan Penegak Hukum lainya mengambil tindakan tegas dan keras karena yang melakukan aksi demo pada tanggal 10 Mei 2022 adalah kelompok yang bertentangan dengan Negara yang disebut dengan kelompok SEPARATIS.
Tangkap dan bubarkan mereka.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.