oleh

Transisi dari Pandemi ke Endemi Tidak Perlu Buru-Buru

-Covid-19-32 Dilihat

Pemerintah tidak terburu-buru untuk menyatakan transisi memasuki endemik. Proses transisi menuju normalisasi endemik artinya bukan berarti kasus Covid-19 tidak ada sama sekali tapi tetap kasus itu akan ada.

“Untuk menghilangkan sebuah penyakit itu membutuhkan waktu yang lebih panjang. Tentunya kita harus bersiap untuk terus berdampingan dengan Covi-19,” ujar dr. Siti Nadia Tarmidzi Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan dalam keterangan persnya yang dilakukan secara virtual di Jakarta.

Disampaikan Siti Nadia Tarmidzi, saat ini Indonesia masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Banyaknya tren indikator pengendalian pandemi yang terus menunjukkan ke hal yang positif, Indonesia sudah mulai bersiap-siap membuat langkah menuju ke arah endemi.

Transisi endemi menurut Siti Nadia Tarmidzi, merupakan suatu proses dimana periode dari pandemi menuju ke arah endemi dengan sejumlah indikator. “Antara lain laju penularan harus kurang dari 1, angka positivity rate harus kurang dari 5persen, kemudian tingkat perawatan rumah sakit harus kurang dari 5persen, angka fatality rate harus kurang dari 3persen, dan level PPKM berada pada transmisi lokal level tingkat 1. Kondisi – kondisi ini harus terjadi dalam rentang waktu tertentu misalnya 6 bulan,” jelas Siti Nadia Tarmidzi.

Tentunya indikator maupun waktunya menurut Siti Nadia Tarmidzi,  masih terus dibahas oleh pemerintah bersama dengan para ahli. Untuk menentukan indikator yang terbaik untuk kita betul-betul mencapai ke arah kondisi endemi.

Transisi endemi menurut Siti Nadia Tarmidzi, merupakan suatu proses dimana periode dari pandemi menuju ke arah endemi dengan sejumlah indikator. “Antara lain laju penularan harus kurang dari 1, angka positivity rate harus kurang dari 5persen, kemudian tingkat perawatan rumah sakit harus kurang dari 5persen, angka fatality rate harus kurang dari 3persen, dan level PPKM berada pada transmisi lokal level tingkat 1. Kondisi – kondisi ini harus terjadi dalam rentang waktu tertentu misalnya 6 bulan,” jelas Siti Nadia Tarmidzi.

Tentunya indikator maupun waktunya menurut Siti Nadia Tarmidzi,  masih terus dibahas oleh pemerintah bersama dengan para ahli. Untuk menentukan indikator yang terbaik untuk kita betul-betul mencapai ke arah kondisi endemi.

Saat ini menurut Siti Nadia Tarmidzi, Indonesia sudah dalam proses transisi perubahan pandemi menjadi endemi. Proses transisi itu sejalan dengan kebijakan pelonggaran-pelonggaran yang diputuskan pemerintah.

Pelonggaran tersebut dilakukan dengan menurunkan level PPKM menjadi level 2, menghapuskan antigen dan PCR sebagai syarat melakukan perjalanan domestik menggunakan transportasi laut, darat maupun udara bagi masyarakat yang sudah vaksin hingga dosis ke-2.

“Pemerintah juga menurunkan jangka waktu karantina bagi masyarakat yang melakukan perjalanan luar negeri, dari yang sebelumnya karantina 14 hari menjadi 7 hari, kemudian 3 hari, hingga saat ini menjadi 1 hari,” pungkas Siti Nadia Tarmidzi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.