oleh

Tulus J. Maha: Trust Terhadap Supremasi Hukum Tercapai

Rizieq Shihab dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana turut serta melakukan penyiaran berita bohong dan timbulkan keonaran terkait kasus tes usap RS Ummi. Ia diberikan vonis 4 tahun penjara ole4h majelis hakim.

Majelis hakim menilai, perbuatan Rizieq Shihab dalam kasus tes usap palsu di Rumah Sakit Ummi Bogor telah meresahkan masyarakat. Menurut hakim, hal itu memberatkan hukuman yang dijatuhkan kepada Rizieq. Sementara dua hal yang meringankan, yakni Rizieq memiliki tanggungan keluarga serta pengetahuannya dibutuhkan umat.

“Keadaan yang meringankan, terdakwa mempunyai tanggungan keluarga, pengetahuan terdakwa sebagai guru agama masih dibutuhkan umat,” ujar hakim.

Menyikapi hal tersebut, analis Taiwan-Indonesia Trade Association, Tulus J. Maha, memberikan apresiasi terhadap Pemerintah Indonesia. Dirinya menilai lembaga yudikatif telah menjalankan fungsinya guna menegakkan supremasi hukum sehingga kepercayaan publik dan pelaku bisnis tercapai.

Lebih lanjut ia melihat langkah tegas yang telah dilakukan oleh pihak Kepolisian, Kejaksaan serta lembaga Kehakiman sudah tepat. Trust terhadap jalannya penegakan hukum merupakan salah satu indikator keberhasilan Pemerintah didalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat, dan hal tersebut sudah tercapai.

“Langkah tegas yang telah dilakukan oleh pihak Kepolisian, Kejaksaan serta lembaga Kehakiman sudah tepat. Trust terhadap penegakan hukum merupakan salah satu indikator keberhasilan Pemerintah didalam menciptakan kamtibmas, dan hal tersebut sudah tercapai”, ujar Tulus J. Maha

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *