oleh

Urgensi Dari Sinergitas Elemen Masyarakat dan Para Stakeholder Didalam Mengantisipasi Varian Baru Cov-19

Kementerian Kesehatan RI memaparkan adanya penambahan 48 kasus varian baru covid-19 di DKI Jakarta pada 11 September 2021.

Total kasus varian baru di DKI Jakarta saat ini sudah mencapai 874 orang.
Dari jumlah tersebut, varian Delta paling mendominasi sebanyak 825 kasus, disusul varian Alpha 37 kasus dan varian Beta 12 kasus.

Sebelumnya, pada 3 September 2021, total kasus varian baru di DKI Jakarta mencapai 826 orang. Saat itu, varian Delta juga yang paling mendominasi sebanyak 777 kasus, disusul varian Alpha 37 kasus dan varian Beta 12 kasus.

Terkait dengan fenomena tersebut, Direktur Eksekutif Lentera Research Institute (LRI), DR. David Chaniago, mengatakan bahwa seluruh elemen masyarakat dan para stakeholder di negeri ini patut mewaspadai serta untuk mulai melakukan langkah-langkah antisipasi terhadap penyebaran varian baru covid-19.

“Seluruh elemen masyarakat dan para stakeholder di negeri ini perlu sinergis didalam melakukan langkah-langkah antisipasi terhadap penyebaran varian baru covid-19” ujar David Chaniago.

Ia menghimbau kepada masyarakat bahwa walaupun masyarakat sudah divaksin, akan tetapi harus tetap disiplin didalam menerapkan prokes, dengan jalan tetap memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.

“walaupun sebagian besar populasi masyarakat sudah divaksin, akan tetapi urgent untuk tetap disiplin prokes, dengan tetap memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas. Protolol-protokol tersebut guna meminimalisir potensi menyebarnya varian baru covid-19”, tambahnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *