oleh

Urgensi Tindak Lanjut Aksi Teror KST

Deretan aksi kekerasan yang telah menimbulkan korban jiwa terhadap masyarakat sipil maupun apkam telah dilakukan oleh Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua. Berbagai aksi kekerasan tersebut telah menimbulkan rasa takut pada masyarakat Papua, baik terhadap Orang Asli Papua (OAP) maupun pendatang.

Tercatat KST Papua telah melakukan penembakan terhadap masyarakat sipil di Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak-Papua. Diberitakan seorang guru SD atas nama Oktovianus Rayo (43) tewas dalam penembakan itu. Dua orang dikabarkan sempat hilang usai penembakan ini, namun beberapa waktu kemudian ditemukan. Polisi menyebut KST Papua yang menembak guru SD ini pimpinan kelompok Sarbinus Waker.

KST Papua juga pernah membakar tiga sekolah di Kabupaten Puncak. Pembakaran dilakukan sore hari usai penembakan terhadap guru SD. Mereka juga membakar rumah guru. Kini kondisi bangunan-bangunan itu disebut rata dengan tanah. KST yang membakar tiga sekolah tersebut merupakan kelompok yang dipimpin oleh Nau Waker. Saat ini kelompok tersebut sedang diburu oleh Apkam.

“Pimpinan dia (Nau Waker). TNI-Polri akan terus bergerak, segera mungkin untuk mengejar KST. Di mana TNI-Polri telah berhasil kuasai wilayah Waker di Intan Jaya kemarin,” ucap Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes M Iqbal Alqudussy.

Ditempat terpisah, Ketua tim pokja permasalahan Papua dari Makara Strategic Insight, Jim Peterson, mengatakan bahwa berbagai aksi yang telah dilakukan oleh KST Papua telah mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat disana. Berbagai aksi kekerasan terhadap masyarakat sipil serta pengrusakan fasilitas umum telah mempengaruhi jalannya roda perekonomian maupun kehidupan sosial budaya. Hal tersebut perlu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat dan para stakeholde lainnya. Pelanggaran hukum dan HAM yang telah dilakukan oleh KST harus ditindaklanjuti.

“Aksi KST Papua telah mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Kekerasan terhadap masyarakat sipil serta pengrusakan fasilitas umum telah mempengaruhi roda perekonomian maupun kehidupan sosial budaya. Hal tersebut perlu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah dan para stakeholde lainnya. Pelanggaran hukum dan HAM yang dilakukan KST harus ditindaklanjuti”, ujar Jim Peterson.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *