oleh

Vaksinasi dan Prokes Percepat Kekebalan Komunal Cegah Penyebaran Covid-19

Badan Intelijen Negara (BIN) ikut ambil bagian dalam program vaksinasi Covid-19 dengan pola door to door di tujuh provinsi. Sasarannya adalah santri dan pelajar.

Sejak Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan izin penggunaan darurat vaksin Sinovac untuk usia 12-17 tahun, pemerintah cukup masif melaksanakan vaksinasi terhadap anak-anak. Namun, vaksinasi ini masih berpusat di kota-kota besar.

BIN sendiri memilih jalan berbeda, yakni dengan mendatangi pesantren dan sekolah di berbagai daerah. Pengamat intelijen, militer, dan keamanan, Susaningtyas Kertopati menilai apa yang dilakukan BIN sangat bagus.

“Hal itu bisa turut mempercepat herd immunity. BIN bukan mengubah nomenklatur jadi kerja terbuka, tetapi ini merupakan upaya badan intelijen untuk mengatasi permasalahan bangsa yang saat ini (dihadapi), yaitu Covid-19,” katanya, Kamis (29/7/2021).

Turunnya BIN dalam vaksinasi ini atas perintah langsung Presiden Jokowi. Susaningtyas menerangkan pola door to door yang diterapkan terbukti mampu meningkatkan partisipasi masyarakat. Pola ini memudahkan masyarakat yang tidak memiliki akses dan lebih aman karena masyarakat tidak berkerumun.

“Ini merupakan akselerasi program vaksinasi 3 juta dosis per hari sehingga target herd immunity (kekebalan komunal) mencapai 70 persen pada akhir tahun,” katanya.

Selain vaksinasi, BIN juga ikut membagikan sembako dan paket vitamin kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Dia mengingatkan bahwa WHO sudah menyatakan pandemi ini masih panjang dan akan berujung menjadi penyakit musiman.

Untuk itu, Susaningtyas menyatakan masyarakat untuk tetap patuh pada protokol kesehatan (prokes). “Semoga segala upaya dan ikhtiar yang dilakukan hari ini akan segera dapat membentuk target herd immunity untuk Indonesia sehat, Indonesia hebat, dan bisa memutus rantai penyebaran Covid-19,” katanya.

Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta akan mempercepat pemberian dosis kedua vaksin untuk mempercepat pencapaian kekebalan komunal secara penuh di Ibu Kota.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria di Jakarta Sabtu, (31/7/2021) menyebut bahwa percepatan dosis kedua yang saat ini sudah diberikan sebanyak 2,5 juta dosis, adalah untuk menciptakan kekebalan komunal (herd immunity) secara penuh.

“Ya, kalau memang akhir Agustus sudah selesai (vaksinasi dosis pertama), tentu kami juga akan mengejar dosis dua. Di DKI, dosis satu sudah mencapai 7,4 juta dari yang ditargetkan 8,5 juta warga Jakarta. Jadi harusnya, secara umum paling tidak orang dewasa sudah hampir seluruhnya dapat vaksin,” kata Riza.

Meski demikian, Riza mengatakan setelah dilakukan vaksinasi secara penuh, pihaknya akan memikirkan untuk melakukan pelonggaran kegiatan di Jakarta dengan melihat data perkembangan yang ada.

“Terkait apakah setelah itu [vaksinasi dosis satu rampung] ada pelonggaran, tentu syarat pelonggaran ada ketentuannya. Kita lihat nanti jumlah kasus aktifnya, penyebarannya, dan sebagainya. Angka kematian, angka kesembuhan dan berbagai faskes (fasilitas kesehatan) yang ada,” ujar Riza.

Riza menyebutkan bahwa pelonggaran itu akan dilaksanakan secara bertahap dengan syarat warga DKI Jakarta sudah divaksinasi dan memiliki kekebalan terhadap virus corona yang cukup.

“Tentu, kita berharap kalau semuanya sudah divaksin kekebalan cukup baik, tentu semua berharap pelonggaran dimulai bertahap. Kita berdoa saja semua segera selesai dan kasusnya menurun dan ke depan, pelonggaran semakin dibuka, sehingga berbagai aktivitas bisa diberlakukan seperti sedia kala,” katanya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta menyatakan diri telah mencapai target vaksinasi sebesar 7,5 juta orang untuk dosis pertama sebelum Agustus 2021 sesuai target yang ditetapkan Presiden Joko Widodo.

“Kita lebih cepat satu bulan dari target yang sudah ditetapkan,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Adapun sasaran vaksinasi di DKI Jakarta mencapai 8,81 juta orang.

Berdasarkan data corona.jakarta.go.id pada Sabtu (31/7) tercatat vaksinasi untuk dosis pertama diberikan kepada 7.507.340 orang atau 85,2 persen dari target 8,81 juta orang.

Untuk vaksinasi dosis kedua mencapai 2.667.299 orang dan dosis ketiga khusus untuk tenaga kesehatan sebanyak 3.547 orang. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *