oleh

Vonis Hukuman Rizieq Sudah Sesuai Dengan UU

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur, menghukum eks pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab, dengan pidana penjara 4 tahun terkait tes swab palsu. Rizieq dinyatakan bersalah dalam pelanggaran kekarantinaan kesehatan terkait tes swab di RS Ummi Bogor, Jawa Barat.

Sidang dibacakan majelis hakim yang diketuai Khadwanto dan anggota Muarif, Suryaman, Hapsoro, Vicktor, dan M Yusuf. Vonis tersebut lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan (JPU) yaitu pidana penjara selama 6 tahun.

Menyikapi hal tersebut, pengamat hukum Makara Strategic Insight, Iwan Freddy, SH.,M.Si, mengatakan bahwa kasus Rizieq Shihab sudah selesai dan sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Proses penegakan hukum sudah sesuai dengan due process.

Lebih lanjut dirinya mengatakan bahwa dengan jatuhnya vonis yang diberikan kepada majelis hakim akan menciptakan efek crime control model (CCM), sehingga kepercayaan masyarakat terhadap supremasi hukum tercapai dan marwah dari penegakan hukum tetap terjaga.

“Kasus Rizieq Shihab sudah selesai dan sesuai dengan undang-undang. Proses penegakan hukum sudah sesuai dengan due process. Vonis yang diberikan majelis hakim diharapakan akan menciptakan efek crime control model (CCM), sehingga kepercayaan terhadap supremasi hukum tercapai dan marwah penegakan hukum tetap terjaga”, ujar Iwan Freddy.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *