Wapres Instruksikan Ilmuwan Muda Bantu Pembangunan 3 DOB Papua

Papua98 Dilihat

Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menginstruksikan Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) untuk menyumbangkan pemikiran dalam mengimplementasikan kebijakan pemerintah di tiga Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua. Ma’ruf ingin setiap kebijakan yang diambil berdasarkan sains dan ilmu pengetahuan.”Kita ingin DOB ini menjadi game changer penyelesaian Papua. Konsepnya bagaimana mengefektifkan peran ini, baik dari aspek kesejahteraan maupun aspek keamanan,” ujar Ma’ruf saat menerima perwakilan ALMI di Kediaman Resmi Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta Pusat, Selasa, 15 November 2022.

Selain itu, Wapres membeberkan beberapa sektor yang bisa digarap ALMI dalam mendukung program pemerintah. Seperti kemiskinan ekstrem, stunting, reformasi birokasi, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, serta percepatan pembangunan Papua.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Untuk mewujudkan semua kiprah tersebut, mantan Ketua MUI itu meminta ALMI memperkuat kerja samanya dengan bebergai kementerian dan lembaga. Mulai dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), kementerian/lembaga terkait, serta berbagai lembaga sains yang ada dalam merumuskan pemikiran-pemikiran yang inovatif. “Saya berharap nanti ada kerja sama ALMI dengan BRIN, dengan lembaga-lembaga sains lain, kemenko-kemenko mengembangkan pemikiran-pemikiran,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua ALMI Sri Fatmawati melaporkan tercatat 1.000 ilmuwan berusia di bawah 45 tahun dari beragam multidisiplin keilmuan yang tersebar di hampir 22 provinsi dan berbagai negara. Ia meyakini potensi ALMI sangat besar untuk didayagunakan bagi kemajuan bangsa Indonesia.

“Ilmuwan-lmuwan ini potensi yang sangat besar dan bisa menjadi suatu motor penggerak bagaimana Indonesia ke depan. Kami melihat bahwa ini potensi yang besar. Semoga ini bisa memberikan kontribusi kepada pemerintah,” ucap Sri Fatmawati.

Komitmen senada juga dilontarkan anggota Kelompok Kerja Sains dan Kebijakan ALMI Yessie Widya Sari yang optimistis bahwa ALMI mampu bermitra dengan pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan-kebijakan berbasis data. Saat ini, pihaknya tengah memetakan kontribusi apa saja yang dapat diberikan kepada pemerintah untuk pembangunan Indonesia. “Sehingga pemerintah bisa menghasilkan kebijakan berbasiskan data,” ungkap Yessie.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *